<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zeptiano&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://zeptiano.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zeptiano.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 May 2010 04:04:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zeptiano.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/10bd2d179400087326067fa220c98bf9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Zeptiano&#039;s Blog</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zeptiano.wordpress.com/osd.xml" title="Zeptiano&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zeptiano.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah Gereja Katolik Keuskupan Manado</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/16/sejarah-gereja-katolik-keuskupan-manado/</link>
		<comments>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/16/sejarah-gereja-katolik-keuskupan-manado/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 12:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zeptiano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zeptiano.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[SELAYANG PANDANG: SEJARAH GEREJA KATOLIK DI KEUSKUPAN MANADO 1. Melalui dinamika dan tahapan-tahapan perkembangan sejak abad 16, akhirnya misi katolik di Sulawesi Utara menghasilkan buah-buah indah bagi Gereja dengan terbentuknya Keuskupan Manado. Bagaimana misi katolik bertumbuh dan berkembang di Sulawesi Utara hingga terbentuknya Keuskupan Manado? Misi katolik bertumbuh dan berkembang di Sulawesi Utara hingga terbentuknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=19&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>SELAYANG PANDANG: SEJARAH GEREJA </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KATOLIK DI KEUSKUPAN MANADO</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Melalui dinamika dan tahapan-tahapan perkembangan sejak abad 16, akhirnya misi katolik di Sulawesi Utara menghasilkan buah-buah indah bagi Gereja dengan terbentuknya Keuskupan Manado. Bagaimana misi katolik bertumbuh dan berkembang di Sulawesi Utara hingga terbentuknya Keuskupan Manado?</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Misi katolik bertumbuh dan berkembang di Sulawesi Utara hingga terbentuknya Keuskupan Manado terjadi dalam 3 tahap periode:
<ul>
<li>Periode  Pertama: Masuknya para misionaris dan usaha misi awal (1563-1677).</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Mulainya usaha misi di Sulawesi Utara dimulai pada tahun 1563. Pada masa ini bentuk pemerintahan di Sulut masih berupa kerajaan-kerajaan dan kesultanan. Suatu daerah dipimpin oleh seorang raja atau sultan.</p>
<p>Misionaris pertama yang menginjakkan kaki di tanah Sulut adalah Pater Diogo de Magelhaes. Hal ini terjadi karena Sultan Hairun, Sultan Ternate, mengirimkan anaknya, Baab-Ullah untuk pergi ke Sulut dengan maksud untuk memaksa penduduk-penduduk di situ untuk memeluk agama Islam. Hal inilah yang membuat Portugis turun tangan menggagalkan rencana tersebut. Mereka mengirim dua buah kapal ke Sulawesi bersama dengan seorang misionaris, Pater Diogo de Magelhaes.</p>
<p>Di sana Pater Magelhaes berhasil membaptis banyak penduduk dan bahkan raja mereka. Raja dan penduduk antusias meminta diri untuk dibaptis. Tetapi Pater Magelhaes tidak menyetujui permintaan tersebut dengan alasan misionaris yang tidak mencukupi. Dengan demikian ia hanya membaptis raja dan orang-orang penting lainnya.</p>
<p>Setelah Pater Magelhaes, mulai muncul misionaris-misionaris lainnya, yang dengan penuh antusias membaptis dan mengajarkan ajaran Kristus kepada rakyat di Sulawesi Utara. Mereka antara lain, Pater Mascarenhas SJ, Pater Roger Koenraads, Pater Francesco de Groce, Pater Antonio Pereira, dan masih banyak lagi misionaris yang datang untuk menjalankan karya misi mereka di negeri nyiur melambai ini. Dalam menjalankan tugas pelayanan ini banyak sekali tantangan. Misalnya, ada kepercayaan-kepercayaan kafir (alifuru) dan kerajaan-kerajaan Islam yang menentang dan berusaha mengusir misionaris-misionaris tersebut.</p>
<p>Pada tahun 1666, usaha misi di Sulawesi Utara terhenti karena pada saat itu Belanda membangun benteng Amsterdam di Manado. Pada tahun 1672, Belanda menguasai penuh Sulawesi Utara dan mengusir Portugis dan Spanyol, yang sebelumnya menguasai Indonesia.</p>
<ul>
<li>Periode Kedua : Perkembangan Misi Gereja sejak 1853-1919</li>
</ul>
<p>Misi di Sulawesi Utara sempat terhenti selama beberapa tahun, karena disebabkan oleh adanya kependudukan Belanda. Bangsa Belanda datang ke Indonesia dengan diboncengi oleh VOC. Belanda merupakan negara yang menganut agama Protestan. Oleh karena itu, misi di Sulawesi Utara berhenti. Mereka berusaha membuat Indonesia menganut kepercayaannya, yaitu Protestan.</p>
<p>Misi di Sulawesi Utara mulai bangkit kembali pada tahun 1853 yang dilatarbelakangi oleh Revolusi Perancis. Berkat Revolusi Perancis inilah karya misioner Gereja mulai menyebar di seluruh dunia. Di Belanda, berkat politik yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte, misionaris-misionaris Belanda mulai mendapat keleluasaan dalam memeluk agama. Dengan demikian hal ini juga berpengaruh di Indonesia, yang yang dikuasai oleh Belanda. Daendels, yang menjadi Gubernur Belanda di Indonesia, menetapkan dekrit kebebasan beragama di Indonesia pada tahun 1858. Sejak saat itu misionaris-misionaris mulai menjalankan misi pelanyanannya.</p>
<p>Jawa menjadi daerah pertama di Indonesia yang dikunjungi oleh misionaris-misionaris. Sehingga orang-orang Sulut yang melakukan dinas militer di Jawa, mulai mengenal kembali agama katolik. Di antara mereka ada yang menjadi katekis, pewarta dan misionaris Gereja.</p>
<p>Orang yang menjadi perintis dalam karya misi di Sulut adalah Daniel Mandagi. Atas usahanya maka di Sulut mulai dibuka kembali karya misi. Banyak misionaris mulai menginjakkan kaki ke negri nyiur melambai ini lagi. Mereka adalah Pater Vries SJ, Pater Georgus Metz, Pater van Meurs SJ. Selain misionaris-misionaris tersebut dibentuk juga katekis-katekis awam untuk memberikan pelajaran agama kepada orang-orang katolik maupun calon katolik.</p>
<p>Dengan mulai dibuka kembali misi di Sulut, maka secara perlahan-lahan mulai muncul stasi-stasi, khususnya di Minahasa, seperti di Kakaskasen, Sarongsong, Tara-tara, Woloan dan daerah lainnya.</p>
<ul>
<li>Periode ketiga : Peralihan dari SJ kepada MSC</li>
</ul>
<p>Pada tahun 1917, misionaris MSC datang ke Manado. Sejak saat itu diadakan pengalihan wilayah dari misionaris SJ kepada misionaris MSC. Kemudian pada tahun 1919 muncul dekrit dari Roma di mana Sulut dijadikan Prefektur Apostolik yang dipercayakan kepada konggregasi MSC. Konggregasi MSC ini meneruskan karya misi yang selama bertahun-tahun telah dibentuk oleh para misionaris SJ.</p>
<p>Dalam menjalankan karya misi ini, banyak sekali buah-buah yang dapat kita rasakan sampai sekarang berkat usaha dan kerja keras dari para misionaris MSC. Misalnya, dalam bidang pendidikan sangat ditekankan. Banyak gedung-gedung sekolah dibangun. Di bidang kesehatan ; dibangunlah rumah-rumah sakit. Stasi-stasi mulai diperbanyak sehingga banyak misionaris yang datang, dan banyak imam mulai ditempatkan pada pos-posnya. Selain itu pula di kalangan umat mulai digalakkan macam-macam kegiatan seperti kumpulan-kumpulan, pertemuan-pertemuan wilayah, dll.</p>
<p>Dengan masuknya tenaga-tenaga dari konggregasi MSC, pelayanan umat lebih intensif dengan medirikan stasi-stasi baru, seperti Manado, Tomohon, dan Woloan, kemudian menyusul yang lainnya seperti Kembes, Lembean, Langoan, dll.</p>
<p>Dalam membangun semuanya itu, pasti tidaklah lepas dari pengaruh-pengaruh pada zaman itu yang menjadi hambatan. Perang Dunia II memiliki dampak yang besar bagi misi di Indonesia, yang sedang dijajah oleh Belanda. Hubungan para misionaris dengan pusatnya di Belanda terputus. Bantuan-bantuan baik tenaga maupun material lain terhenti. Meskipun demikian umat di Manado sudah mulai dapat berdiri sendiri dan selalu mau bekerja sama serta membantu pastornya.</p>
<p>Sesudah kependudukan Belanda, Indonesia kembali diduduki oleh Jepang. Pada zaman Jepang, misi di Indonesia mengalami hambatan yang berat. Banyak imam ditawan, sehingga kegiatan melayani umat terhambat. Namun demikian, karya misi Manado pantas diancungi jempol. Dalam menjalankan misi, yang berperan aktif bukanlah para imam, melainkan para awam. Kaum awam sangat berapi-api dalam mewartakan injil dan membela imannya.</p>
<p>Setelah masa kependudukan Jepang berakhir, Mgr. W.  Pannis, selaku Prefektur Apostolik pada masa itu di Manado, membangun kembali Seminari, yang hancur pada saat perang. Seminari dibangun di Woloan dan dinamakan “Tarsisius”. Pada tanggal 14 September 1953 mulai diadakan pembangunan untuk Seminari Tinggi. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Seminari Tinggi mulai berjalan.</p>
<p>Pada tanggal 15 Maret 1961, dua imam pertama yang dididik di seminari telah ditahbiskan. Tanggal 2 Februari 1961 Mgr. Verhoeven, Prefek Apostolik pengganti Mgr. Pannis, dianggkat menjadi Uskup Manado. Pada saat itulah Manado yang semula hanya merupakan Vikariat Apostolik berdiri menjadi Keuskupan sendiri, yaitu Keuskupan Manado. Pst. Th. Moors diangkat oleh Uskup Manado menjadi Vikaris Jendral.</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Proses integrasi iman katolik dengan kebudayaan suku-suku (inkulturasi iman) yang ada di jazirah Utara pulau Sulawesi ini (Sulteng hingga kepulauan Talaud) memerlukan waktu yang cukup panjang. Lukiskanlah bagaimana proses itu berlangsung dan mentalitas kehidupan gerejani apakah yang dihasilkan dari proses itu yang mempengaruhi cara berpikir, cara merasa, dan cara bertindak dari umat katolik (awam dan hierarki) di Keuskupan Manado?<em> </em></strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Dilihat dari sejarahnya, tak dapat dipungkiri lagi bahwa Gereja Katolik masuk ke wilayah Indonesia, khususnya di daerah Nyiur Melambai ini, dengan cara menumpang di kapal kolonialis. Awal mula Gereja masuk ke Indonesia dengan diboncengi oleh bangsa Spanyol dan Portugis, yang semata-mata datang untuk mencari keuntungan.</li>
</ul>
<p>Ketertinggalan penduduk Minahasa dalam bidang pendidikan, teknologi, dan kebudayaan telah membuat mereka terjajah. Maka keberpihakan Gereja dalam mengatasi ketertinggalan inilah menjadi pilihan tepat. Gereja melalui karya-karya kerasulan berusaha mengejar ketertinggalan tersebut.</p>
<p>Upaya untuk menginkulturasikan iman Kristiani di kalangan masyarakat tidaklah mudah, akan tetapi sebagai suatu misi maka tetap dilaksanakan. Misalnya, sudah menjadi tugas dari para misioner untuk mewartakan Kabar Baik di kalangan masyarakat dengan menggunakan bahasa setempat. Untuk itu, para misionaris yang datang ke tempat-tempat di daerah pesisir nyiur melambai ini berusaha untuk menggunakan bahasa-bahasa setempat, seperti bahasa Melayu, Tombulu, Tonsea, dan bahasa-bahasa sub-etnis lainnya. Pastor van Velsen berusaha menerjemahkan katekismus, doa-doa, dan juga lagu-lagu Katolik ke dalam bahasa Tombulu, agar umat setempat mudah untuk mengertik.</p>
<p>Tantangan lainnya, selain bahasa setempat, yang dihadapi oleh para misionaris, dalam mewartakan Kabar Baik di kalangan masyarakat Sulawesi Utara adalah adanya kepercayaa alifuru yang sejak semula telah dianut dan dipercayai oleh masyarakat setempat. Sejak masuknya Gereja Katolik dan dengan adanya pengaruh dengan dunia luar sejak abad ke-19, mulai menggeser kebudayaan alifuru ini. Melalui karya-karya karitatif, Gereja menghantar kebiasaan-kebiasaan alifuru tersebut ke arah marginalisasi. Gereja dengan begitu giat mengusahakan agar pemeluknya meninggalkan kebiasaan-kebiasaan alifuru tersebut.</p>
<p>Akan tetapi kepercayaan alifuru tersebut tidak sepenuhnya dihilangkan oleh Gereja. Gereja memanfaatkan kebudayaan-kebudayaan, yang oleh Gereja dianggap baik, sebagai sarana untuk lebih memperdalam iman umat setempat. Dapat dikatakan bahwa Gereja tidak terlalu banyak membawa visi dasar tentang Yang Ilahi kepada orang Minahasa. Gereja, di satu sisi, mengukuhkan upacara-upacara tradisional sebagai pengungkapan terhadap realitas Ilahi tersebut, misalnya kelahiran, perkawinan, dan kematian. Dengan kata lain, Gereja dalam memperkenalkan Sang Ilahi kepada orang-orang yang ada di jazirah utara pulau Sulawesi hanya mengadopsi ritus-ritus animisme, yang semula dipercaya oleh masyarakat setempat dan mengangkatnya menjadi ungkapan iman kristiani yang benar. Hal inilah yang mempermudah Gereja dalam menjalankan misinya. Untuk itulah rakyat dengan mudah menerima Gereja dalam kehidupan mereka sehari-hari.</p>
<ul>
<li>Dalam menjalankan misinya, terdapat banyak kendala internal dalam diri Gereja  di Indonesia. Hal tersebut antara lain mentalitas Ekskluvisme. Mentalitas ini muncul dari kaum minoritas dalam suatu masyarakat. Mentalitas inilah yang muncul dalam diri Gereja Katolik di Indonesia. Di Indonesia Gereja Katolik merupakan kaum minoritas dari berbagai agama, yang ada di Nusantara. <em> </em></li>
</ul>
<p>Mentalitas ini menyebabkan munculnya sikap ketertutupan dalam diri umat terhadap hal-hal yang ada di luar Gereja, khususnya yang menyangkut keagamaan. Umat katolik di Indonesia merupakan umat yang mandiri, tekun mengusahakan perkembangan dan penghayatan iman mereka sendiri, erat dalam kesatuan dan kebersamaan, akan tetapi cenderung tertutup bagi agama-agama lain.</p>
<p>Dengan mentalitas eklusivisme tersebut, umat seringkali mengambil sikap dualistis. Mereka memisahkan antara kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Mentalitas ini juga sering menimbulkan semangat ultramontanisme yang berlebihan. Gereja Katolik meruakan gereja yang universal dan unitas. Oleh karena itu, umat akan lebih menghormati pendapat dari Bapa  Suci atau petinggi-petinggi Gereja lainnya, selaku pemimpin Gereja, dari pada aturan-aturan dari pemerintah.</p>
<p>Konsekuensi lainnya dari mentalitas eklusivisme ini adalah sikap yang terlalu menekankan institusi. Seperti halnya dalam suatu institusi atau organisasi memiliki aturan-aturan dan hukum-hukum yang mengatur, begitu juga halnya dengan Gereja. Untuk itu, jangan heran kalau di dalam diri Gereja muncul mentalitas iuridis yang sangat berpengaruh kuat dalam kehidupan uamt katolik.</p>
<p>Mentalitas iuridis ini, para pastor bertindak sebagai inisiator pelbagai kebijakan dan umatlah yang menjadi pelaksana yang baik. Umat memandang bahwa pastor itu tahu segalanya, sehingga semua hal yang menyangkut perkembangan suatu paroki diserahi kepada pastor tersebut. Umat harus menjalankan apa yang pastor katakan dan putuskan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zeptiano.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zeptiano.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=19&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/16/sejarah-gereja-katolik-keuskupan-manado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61ceb0d37cfd378d3df44b36a27efbab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zeptiano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paus Yohanes Paulus II</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/16/paus-yohanes-paulus-ii/</link>
		<comments>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/16/paus-yohanes-paulus-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 12:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zeptiano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zeptiano.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[PAUS YOHANES PAULUS II, Sang Burung Kelana (1920 – 2005) Hidup di dunia ini, hanyalah merupakan suatu anugerah dan kesempatan yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang. Kematian bukanlah merupakan akhir dari hidup ini. Akan tetapi, kematian itu merupakan awal dari hidup baru yang kekal. Setiap orang mempunyai waktunya sendiri. Tak ada manusia yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=16&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PAUS YOHANES PAULUS II,</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Sang Burung Kelana</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(1920 – 2005)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hidup di dunia ini, hanyalah merupakan suatu anugerah dan kesempatan yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang. Kematian bukanlah merupakan akhir dari hidup ini. Akan tetapi, kematian itu merupakan awal dari hidup baru yang kekal. Setiap orang mempunyai waktunya sendiri. Tak ada manusia yang dapat luput dari kematian, sekalipun ia orang suci. Untuk itu, agar dapat mencapai suatu kehidupan yang abadi di Surga, kita harus menjalankan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Tak semua orang telah menjalankan tugasnya di dunia ini dengan semestinya. Akan tetapi, masih ada juga sosok yang dapat menjalankan semua itu dengan baik. Ialah, Paus Yohanes Paulus II, Agung. Dengan semangat <em>Totus Tuus</em>-nya, ia dapat menghantar orang ke jalan yang benar. Banyak sekali usaha yang telah dilakukannya semasa hidupnya.</p>
<p><strong>Masa Kecil dan Keluarga</strong></p>
<p>Karol Jozef Woojtyla lahir di Wadowice, sebuah kota kecil yang terletak sekitar lima puluh kilometer dari Krakow, Polandia, pada tanggal 18 Mei 1920. Ia lahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, Karol Wojtyla, adalah seorang prajurit berpangkat rendah di angkatan bersejata. Sedangkan ibunya, Emilia Kaczorowska, hanyalah seorang ibu rumah tangga. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya, Edmund Wojtyla, adalah seorang dokter.</p>
<p>Keluarganya hidup di masa perang dunia pertama. Kehidupan keluarga pun ikut terancam. Ibunya adalah seorang penderita penyakit jantung, ketika ia mengandung bayinya yang kedua. Menurut banyak orang usianya tidak aman lagi untuk mengandung dan melahirkan anak lagi, apalagi dengan penyakit jantungnya. Akan tetapi karena cintanya kepada anak yang dikandungnya, ia rela menanggung resiko, dan kemudian ia memilih mengandung dan melahirkan bayinya. Maka lahirnya putera kedua mereka dan diberi nama Karol, sesuai dengan nama dari suaminya. Ketika Karol masih berumur 9 tahun, ibunya meninggal dunia. Pada tahun 1932, kakak laki-lakinya meninggal dunia. Karena hidup dalam suasana perang, ayahnya yang merupakan seorang prajurit harus menanggung resiko bertempur di medan perang. Pada tahun 1941, ayahnya meninggal dunia.</p>
<p>Karol Jozef Wojtyla menerima Komuni Kudus pertamanya saat berusia 9 tahun dan Sakramen Krisma saat berusia 18 tahun. Masa kecilnya terpengaruh kontak intensif dengan komunitas Yahudi di Krakow, yang kala itu berkembang dan pengalaman buruk pendudukan Nazi. Setelah menamatkan sekolah menengah atas di Marcin Wadowita, Wadowice, pada tahun 1938, ia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di Jagielloian University, Krakow, dan mengambil jurusan drama. Pada masa ini, ia adalah seorang olahragawan, pemain sepak bola, pemain sandiwara, penulis sandiwara, dan menguasai bermacam-macam bahasa.</p>
<p>Akibat adanya pendudukan Nazi, Universitas, tempat ia menimbah ilmu, terpaksa ditutup, pada tahun 1939. Akhirnya, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah tambang, sebagai seorang budak kasar. Ia bekerja di sana dari tahun 1940 – 1944 untuk dapat bertahan hidup dan untuk menghindari deportasi ke Jerman.</p>
<p><strong>Panggilan Imamat dan Studi</strong></p>
<p>Karol yang sedang bekerja untuk mencari nafkah, pada tahun 1942, merasa terpanggil untuk menjadi pelayan Tuhan. Ia, yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang sastra, drama, olah raga, di tengah-tengah keganasan perang, mulai merasakan panggilan Tuhan. Ia pun mengikuti pembinaan calon imam di sebuah Seminari Tinggi yang dijalankan oleh Kardinal Adam Stefan Sapieha, Uskup Agung Krakow, secara sembunyi-sembunyi. Pada tahun itu juga, ia menjadi salah satu pendiri “Rhapsodic Theatre”, juga secara sembunyi-sembunyi.</p>
<p>Setelah perang berakhir tahun 1944, ia melanjutkan studinya di Seminari Tinggi Krakow, begitu seminari tersebut dibuka kembali, dan di fakultas teologi Jagiellonian University. Pada tanggal 1 November, ia ditahbiskan menjadi seorang imam.</p>
<p>Setelah ia ditahbiskan, ia dikirim oleh Kardinal Sapieha ke Roma. Di sana melanjutkan studinya di Universitas Angelicum Roma, di bawah asuhan seorang teolog kenamaan, Garrigou-Lagrange, seorang imam Ordo Dominikan dari Prancis. Pada tahun 1948, ia menyelesaikan studi dotoralnya di bidang teologi dengan sebuah tesis yang mengangkat tema iman dalam kesaksian Santo Yohanes Rasul. Pada saat itu, di masa-masa liburan, ia menjalankan pelayanan imamatnya di tengah-tengah imigran Polandia yang datang dari Perancis, Belgia, dan Belanda.</p>
<p>Setelah sekian lama belajar di Roma, akhirnya ia memperoleh gelar Doctor di Universitas Angelicum. Kemudian ia pulang ke Polandia menjadi pastor paroki dan sekaligus belajar lagi di Universitas Katolik Lublin. Di sana ia mengambil kuliah di bidang filsafat dan teologi. Ia juga memberikan pelayanan iman kepada para mahasiswa. Selanjutnya ia menjadi pengajar mata kuliah teologi moral dan etika sosial di seminari tinggi Krakow dan di Fakultas Teologi Lublin.</p>
<p><strong>Uskup – Kardinal </strong></p>
<p>Pada tanggal 4 Juli 1958, Karol Wojtyla diangkat menjadi uskup pembantu Krakow oleh Paus Pius XII, dan dikukuhkan pada tanggal 28 September 1958 di Katedral Wawel, Krakow, oleh Uskup Agung Baziak. Empat tahun kemudian, ia diangkat menjadi uskup dengan gelar <em>Vicar Capitular</em>. Pada tahun 1960, ia menerbitkan bukunya yang terkenal: Cinta dan Tanggung Jawa.</p>
<p>Atas tulisannya ini, Paus Paulus VI menaruh kekaguman dan hormat atas cara Uskup Wojtyla dalam membela ajaran-ajaran tradisional gereja Katolik mengenai perkawinan. Pada tanggal 13 Januari 1964, Paus Paulus VI mengangkatnya menajadi Uskup Agung Krakow. Dalam jabatannya sebagai Uskup Agung Krakow, Mgr. Wojtyla juga terlibat dalam Konsili Vatikan II dan mengambil bagian banyak dalam penyusunan materi <em>Gaudium et Spes (pernyataan tentang Kebebasan Beragama) dan Dignitatis Humanae (Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Modern).</em> Dua hasil utama konsili ini ditilik dari sudut pandang historis dan pengaruhnya. <em> </em></p>
<p>Tanggal 26 Juni 1967, Paus Paulus VI kemudian mengangkatnya sebagai kardinal. Selain ikut terlibat dalam Konsili Vatikan II, termasuk memberikan kontribusi penting pada penyusunan Konstitusi <em>Gaudium et Spes dan Dignitatis Humanae</em>, Kardinal Wojtyla juga turut terlibat dalam semua majelis yang ada di Sinode Uskup Agung.</p>
<p>Setelah wafat dari Paus Paulus VI, Kardinal Wojtyla menghadiri konklaf pemilihan paus. Ia memilih Kardinal Albino Luciani, sebagai Paus Yohanes Paulus I.</p>
<p><strong>Pengganti Petrus</strong></p>
<p>Hanya 33 hari saja jabatan kepausan dijabat oleh Albino Luciano, sebagai Paus Yohanes Paulus I, diadakan kembali konklaf pemilihan paus yang kedua. Hal ini disebabkan karena Paus Yohanes Paulus I meninggal dunia.</p>
<p>Pada konklaf yang kedua ini ada dua kubu yang sama-sama memiliki calon kuat: Kardinal Giuseppe Siri, Uskup Agung Genoa, dan Kardinal Giovanni Benelli, Uskup Agung Firenze (Florence) dan seorang teman dekat Paus Yohanes Paulus I. pada putaran-putaran pemungutan suara pertama, Benelli memenangkan sembilan pengambilan suara. Namun akhirnya Wojtyla yang menang sebagai calon kompromi, antara lain berkat dukungan Kardinal Franz Konig dan yang lain-lain yang sebelumnya mendukung Siri.</p>
<p>Pada 16 Oktober 1978, pukul 17.15 waktu Roma, Kardinal Wojtyla dipilih oleh 103 dari 109 kardinal untuk jabatan Paus, sebagai Paus yang ke 264 atau pengganti Petrus yang ke 263. Ia memilih nama yang didasarkan pada ke tiga pendahulunya yakni, Yonanes Paulus II, sekaligus meneruskan karya dari Paus Yohanes Paulus I, yang hanya sempat bertahan selama 33 hari.</p>
<p>Pada pengumuman terpilihnya seorang paus non-Italia dalam kurun waktu 455 tahun, banyak yang menyebutnya sebagai “Sang Pria Dari Negara yang Jauh.” Melihat usia, kewarganegaraan, dan kondisi kesehatan mantan olahragawan dan penulis scenario sandiwara ini, Karol memecahkan semua rekor Paus. Kelak Karol menjadi pemimpin dalam perjalannya dan menurut beberapa orang bahkan melampaui kemampuan intelektual Paus Pius XII dan charisma Paus Yohanes XXIII.</p>
<p>Seperti pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II secara sengaja menyederhanakan jabatannya dan menjadikannya sebuah pranata yang tidak terlalu bersifat kerajaan. Pada pelantikannya, ia memilih untuk melakukan upacara yang sederhana, dan bukanlah sebuah Koronisasi Paus besar-besaran. Kemudian Tiara Paus juga tidak pernah dipakai selama menjabat. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi gelar <em>Servus Servorum Dei.</em></p>
<p><strong>Percobaan-Percobaan Pembunuhan</strong></p>
<p>Tanggal 13 Mei 1981, Yohanes Paulus II hamper tewas ketika ditembak oleh Mehmet Ali Agca, seorang estremis Turki, kala masuk Lapangan Santo Petrus untuk bertemu umat. Dengan peristiwa ini, Agca akhirnya dihukum penjara seumur hidup.</p>
<p>Motif pembunuhan masih diperdebatkan. Salah satu kemungkinan ialah bahwa rezim komunis Uni Soviet takut akan pengaruh Paus Polandia ini akan stabilitas Negara-negara satelit Soviet di Eropa Timur, terutama di Polandia sendiri.</p>
<p>Banyak spekulasi yang muncul dari berbagai kalangan. Misalnya, tuduhan orang-orang dalam Vatikan yang memberi perintah, terutama faksi kaum <em>Freemason</em> yang menentang Karol Wojtyla. Selain itu juga, kelompok <em>Opus Dei</em>, yang salah satu pemimpinnya adalah Kardinal Casaroli dituduh melakukan percobaan pembunuhan ini.</p>
<p>Dua hari setelah Natal, pada 27 Desember 1983, Paus menjenguk pembunuhannya di penjara. Keduanya bercakap-cakap dan berbincang-bincang beberapa lama. Setelah pertemuan ini, paus mengatakan bahwa apa saja yang mereka bicarakan meruapakan rahasia antara paus dan Agca. Paus menganggap ia adalah seorang saudara yang sudah saya ampuni dan saya percayai sepenuhnya.</p>
<p>Sebuah percobaan pembunuhan lainnya terjadi pada tanggal 12 Mei 1982, di Fatima, Portugal. Di sana, seorang pria berusaha menikam Paus dengan sebilah bayonet, tetapi dicegah oleh para penjaga. Si pelaku adalah seorang pastor ultrakonservatif, berhaluan keras. Ia adalah seorang warganegara Spanyol, bernama Juan Maria Fernandezy Krohn. Ia menentang reformasi Konsili Vatikan II dan memanggil paus seorang “agen dari Moskwa.” Ia kemudian divonis hukuman penjara enam tahun.</p>
<p>Percobaan pembunuhan yang ketiga kalinya terjadi Manila, pada bulan January 1995. Ini merupakan bagian dari Operasi Bojinka, sebuah serangan terorisme masal yang dikembangkan oleh anggota kaum ekstremis, Ramzi Yousef dan Khalid Sheik Mohammad.</p>
<p>Seorang pelaku bom bunuh diri yang menyamar sebagai seorang pastor direncanakan mendekati parade paus dan meledakkan diri. Namun sebelum tanggal 15 January 1995, hari mereka akan melaksanakan rencana terror mereka, sebuah kebakaran dalam sebuah apartemen membawa para penyidik yang dipimpin oleh Aida Fariscal ke computer laptop Ramzi Yousef yang berisikan rencana-rencana terror mereka. Akhirnya Yousef dicekal di Pakistan kurang lebih sebulan kemudian, tetapi Khalid Sheik Mohmammed baru dicekali pada tahun 2003.</p>
<p><strong>Menghadap ke Hadirat Allah</strong></p>
<p>Pada 2 April 2005, sekitar 10.000 orang berkumpul di depan Basilika Santo Petrus, Vatikan, diiringi dengan keheningan dan tepuk tangan panjang menandakan berakhirnya 9.665 hari masa penggembalaan Paus Yohanes Paulus II. Tepat pukul 22.37 waktu Italia, Wakil Sekretaris Negara Vatikan, Uskup Agung Leonardo Sandri mengumumkan secara resmi bahwa Paus Yohanes Paulus II telah kembali ke pangkuan Allah Bapa.</p>
<p>Setelah pengumuman dari Uskup Agung Leonardo Sandri, Kardinal Angelo Sodano memimpin doa <em>De Profundis, </em>yaitu doa Gereja untuk menghantar jiwa orang yang wafat. Kemudian dilanjutkan <em>Reguiem,</em> doa bagi arwah. Esoknya, Minggu Belas Kasih Allah, diselenggarakan Perayaan Ekaristi untuk mengenang Paus Yohanes Paulus II, yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Sodano.</p>
<p>Kumpulan massa yang bersatu di lapangan Basilika St. Petrus terus mendaraskan doa rosario dengan suara lirih, pun serak. Wajah-wajah menunduk duka, derail air mata membasahi wajah. Nyala lilin-lilin kecil dijajarkan membentuk salib, rangkaian bunga-bunga dipasang di bawah lampu lampion yang tersebar di empat penjuru. Mereka berdoa di hadapan poster dan foto Bapa Suci dalam hiasan mawar putih-merah dan lilin. Seakan mereka merasakan dirinya menjadi yatim-piatu.</p>
<p>Pemakaman Paus Yohanes Paulus II menjadi pelayatan terbesar dalam sejarah masa Kristen sejak Perang Salib, menarik kunjungan lebih dari 4 juta pengunjung ke Vatikan ditambah dengan lebih dari 3,7 juga penduduk yang menetap di Roma. Hanya 2 juta orang yang diijinkan untuk melihat jenazah beliau. Bahkan menurut berita yang beredar, Mehmet Ali Agca, si penembak jitu yang mencoba menembak Paus Yohanes Paulus II, ingin datang ke pemakaman Sri Paus dengan menggunakan haknya untuk keluar penjara selama 72 jama. Akan tetapi, keinginannya tersebut tidak diluluskan oleh Pemerintah Turki, namun keluarganya, Adnan Agca, dapat menghadiri pemakaman tersebut untuk mewakili Mehmet Ali Agca.</p>
<p>Kematian Paus Yohanes Paulus II diiringi oleh ritual berusia berabad-abad lamanya dan tradisi yang berawal sejak masa pertengahan. Upacara pengunjungan berlangsung dari 4 April hingga pagi hari tanggal 8 April di Basilika Santo Petrus. Pada 8 April, pukul 8.00 pagi waktu Roma, Misa Requiem diberikan oleh Kardinal Joseph Ratzinger sebagai Pejabat Tinggi Dewan Kardinal. Paus Yohanes Paulus II dikebumikan di gua-gua di bawah basilica, Makam Para Paus. Dia diletakkan di bekas makam Paus Yohanes XXIII, yang dipindahkan Yohanes Paulus II untuk diberkati.</p>
<p>Bagi sebagian orang, beliau telah tiada, tetapi serentak ia masih ada. Sehari sesudah pemakaman segerombolan kaum muda duduk di piazza St. Petrus, memandang jendela kosong, apartement Sri Paus, dengan mata kosong sambil menggenggam rosario dan bernyanyi. Kematian pun takkan mampu memisahkan cinta seorang anak dan bapa terkasih.</p>
<p><strong>Kronologi Perjuangan Paus</strong></p>
<p>Kondisi kesehatan Paus Yohanes Paulus II mulai menurun sejak awal Februari 2005. Berikut tahap-tahap penuruannya secara kronologis.</p>
<p><strong><em>1 February</em></strong> <strong>: </strong>Dilarikan ke Poliklinik Gemelli, Roma pada malam hari akibat gangguan akut pada tenggorokan.<strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>6 February</em></strong><strong> : </strong>Muncul di jendela lantai kesepuluh Poliklinik tempatnya dirawat dalam Doa Angelus yang biasa dilaksanakan di Pelataran Basilika Santo Petrus setiap hari Minggu.</p>
<p><strong><em>10 February</em></strong><strong> : </strong>Kesehatannya membaik sehingga diperkanankan kembali ke apartemenya di Vatikan dengan mobil kepausan.</p>
<p><strong><em>24 February </em></strong><strong>: </strong>Kembali dirawat di Poliklinik Gemelli, pada kamar yang sama dan menerima operasi kecil di sekitar tenggorakan guna membantu pernafasannya.</p>
<p><strong><em>27 February </em></strong><strong>: </strong>Setelah Doa Angelus, nampak muncul di jendela kamarnya dirawat, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, tetapi gerakan tenggorakannya mengisyaratkan seolah-olah ingin meminta maaf.</p>
<p><strong><em>1 Maret</em></strong><strong> : </strong>Merayakan ekaristi dan melakukan pembicaraan empat mata dengan Kardinal Joseph Ratzinger.</p>
<p><strong><em>6 Maret </em></strong><strong>: </strong>Muncul dari jendela kamar poliklinik dalam Doa Angelus, tanpa mengeluarkan suara apa pun.</p>
<p><strong><em>13 Maret</em></strong><strong> : </strong>Memberikan salam dengan suaranya dalam Doa Angelus. Berterima kasih atas perhatian Media Massa dan kembali ke apartemennya di Vatikan.</p>
<p><strong><em>20 Maret</em></strong><strong> : </strong>Minggu Palma, Paus muncul di jendela kamarnya, tetapi tak sanggup berbicara. Melakukan berkat. Setelah itu, nampak memukulkan tangannya ke pinggiran jendela.</p>
<p><strong><em>25 Maret</em></strong><strong> : </strong>Jumat Agung. Untuk pertama kalinya dalam karya penggembalaannya sebagai pengganti Petrus, tak bisa ikut serta secara langsung dalam ibadat Jalan Salib di Colloseum, Roma.</p>
<p><strong><em>27 Maret</em></strong><strong> : </strong>Minggu Paska. Muncul di jendela apartemennya guna memberikan berkat “Ubi et Orbi”, tetapi tak sanggup mengeluarkan suara.</p>
<p><strong><em>30 Maret </em></strong><strong>: </strong>Demi lancarnya proses pamasukan makanan ke dalam tubuhnya, dipasang pipa pembantu.</p>
<p><strong><em>31 Maret </em></strong><strong>: </strong>Diserang komplikasi demam tinggi, infeksi pada saluran urine, dan tekanan darah sehingga harus berada di bawah pengaruh antibiotic.</p>
<p><strong><em>1 April</em></strong><strong> : </strong>Mulai tak sadarkan diri.</p>
<p><strong><em>2 April</em></strong><strong> : </strong>Pukul 21.37 menghembuskan nafasnya yang terakhir.</p>
<p><strong>Karya-Karya</strong></p>
<p>Sebelum beliau terpilih menjadi paus, beliau sudah ikut ambil bagian dalam penyusunan Konsili Vatikan II, termasuk memberikan kontribusi penting pada penyusunan Konstitusi <em>Gaudium et Spes</em> dan <em>Dignitatis Humanae</em>. Selain itu pula, beliau semasa masih kardinal ikut terlibat dalam semua majelis yang ada di Sinode Uskup.</p>
<p>Semasa kepausannya, beliau telah mengerjakan 14 ensiklik, 15 anjuran apostolic dan 11 konstitusi apostolic dan 45 surat pastoral. Paus juga telah menulis 5 buku: Menembus ambang pintu pengharapan (1994), Karunia dan Misteri, sebagai kenangan pesta emas imamatnya (1996), Kumpulan meditasi puitis (2003), Bangkit dan Berjalanlah (2004), dan Kenangan dan Identitas (2005).</p>
<p>Paus telah memimpin 131 upacara beatifikasi (1.282 Beata dikukuhkan) dan 43 upacara kanonisasi (456 Santa dan Santo). Ia telah menyelengarakan delapan konsistori di mana ia melantik 201 orang kardinal. Ia juga telah mengadakan enam rapat umum Kolegia Kardinal.</p>
<p>Dari tahun 1978 sampai 2001, Bapa Suci telah memimpin lima belas Sinode Uskup Agung: enam sinode biasa (1980, 1983, 1987, 1990, 1994, 2001), satu sinode luar biasa (1985), dan delapan sinode istimewa (1980, 1991, 1994, 1995, 1997, 1998, 1998, dan 1999).</p>
<p>Dalam <em>The Splendor </em>dari Kebaran (<em>Veritas Splendor</em>) ia menekankan ketergantungan manusia pada Allah dan hukumny-Nya (Tanpa Sang Pencipta, makhluk menghilang) dan “Kebebasan Ketergantungan pada Kebenaran”. Ia memperingatkan bahwa manusia “memberi dirinya ke relativisme dan skeptisisme, pergi mencari kebebasan yang ilusi terpisah dari kebenaran itu sendiri”.</p>
<p>Dalam <em>Fides et Ratio</em> ( Hubungan antara Iman dan Nalar), beliau mempromosikan minat baru dalam filsafat dan pengejaran yang otonom untuk Kebenaran dalam masalah-masalah teologis. Ia menggambarkan hubungan saling mendukung antara iman dan akal, dan menekankan mengapa penting bahwa para teolog harus focus pada hubungan itu. Youhanes Paulus II juga menulis panjang lebar tentang bekeja dan dotrin sosial Gereja, yang dibahas dalam tiga ensiklik. Melalui ensiklik dan banyak Surat Apostolik dan nasihat, Yohanes Paulus II juga berbicara tentang martabat perempuan dan pentingnya keluarga untuk masa depan umat manusia.</p>
<p>Ensiklik Paus Yohanes Paulus II:</p>
<ul>
<li>1979: Redemptor Hominis</li>
<li>1980: Dives in Misericordia</li>
<li>1981: Laborem Exercens</li>
<li>1985: Slavorum Apostoli (Epistola Encyclia)</li>
<li>1986: Dominum et Vivificantem</li>
<li>1987: Redemptoris Mater</li>
<li>1987: Sollicitido Rei Socialis</li>
<li>1990: Redemptoris Missio</li>
<li>1991: Centesimus Annus</li>
<li>1993: Veritatis Splendor</li>
<li>1995: Evangelium Vitae</li>
<li>1995: Ut Unum Sint</li>
<li>1998: Fides et Ratio</li>
<li>2003: Ecclesia de Eucharista</li>
</ul>
<p><strong>Sang Burung Kelana</strong></p>
<p>Sama halnya dengan burung kelana, Paus Yohanes Paulus II, selalu berkelana ke seluruh dunia. Beliau sangat suka mengunjungi negara-negara di luar Italia, demi pelayanan pastoralnya, maupun kunjungannya sebagai seorang presiden.</p>
<p>Selama masa kepausannya, Paus Yohanes Paulus II telah melakukan 129 kunjungan pastoral di luar Italia, termasuk Indonesia pada Oktober 1989 dan 146 kunjungan pastoral di Italia dan sebagai uskup Roma, ia telah mengunjungi 317 dari 333 paroki di Roma.</p>
<p>Salah satu kunjungan beliau yang paling awal adalah kunjungan resminya ke Polandia, pada bulan Juni 1979. Ini merupakan perjalanan pertamanya. Selain itu juga, Paus Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang mengunjungi Gedung Putih selama perjalanan ke USA Oktober 1979. Di sana, beliau disambut hangat oleh Presiden Jimmy Carter. Dia juga bepergian ke negara-negara yang sebelumnya belum pernah dikunjungi oleh paus-paus yang lain.</p>
<p>Beliau adalah paus pertama yang mengunjungi Meksiko pada bulan January 1979, sebelum awal perjalanan ke Polandia sebagai Paus. Selain Meksiko, ia juga mengunjungi Irlandia pada akhir tahun tersebut. Pada tahun 2000, ia adalah paus modern pertama yang mengunjungi Mesir, di mana ia bertemu dengan Paus Koptik, Paus Shenouda III dan Patriark Ortodoks Yunani dari Alexandria. Dia adalah Paus Katolik pertama yang mengunjungi dan berdoa di sebuah masjid Islam, di Damaskus, Suriah pada tahun 2001. Ia mengunjungi Masjid Umayyah.</p>
<p>Berikut merupakan daftar negara yang pernah dikunjungi oleh Paus Yohanes Paulus II:</p>
<ul>
<li>Afrika Selatan (1995)</li>
<li>Repubilik Afrika Tengah (1985)</li>
<li>Albania (1993)</li>
<li>Amerika Serikat (1979, 1981, 1995, 1999)</li>
<li>Angola (1992)</li>
<li>Argentina (1982, 1987)</li>
<li>Armenia (2001)</li>
<li>Australia (1986, 1995)</li>
<li>Australia (1983, 1988, 1998)</li>
<li>Azerbaijan (2002)</li>
<li>Baham (1979)</li>
<li>Bangladesh (1986)</li>
<li>Belanda (1985)</li>
<li>Belgia (1985,1995)</li>
<li>Belize (1983)</li>
<li>Benin (1982, 1993)</li>
<li>Bolivia (1988)</li>
<li>Bosnia-Herzegovina (1997, 2003)</li>
<li>Botswana (1988)</li>
<li>Brazil (1980, 1982, 1991, 1997)</li>
<li>Britania Raya (1982)</li>
<li>Bulgaria (2002)</li>
<li>Burkina Faso (1980, 1990)</li>
<li>Burundi (1990)</li>
<li>Chad (1990)</li>
<li>Chili (1987)</li>
<li>Curacao (1990)</li>
<li>Cekoslowakia (1990)</li>
<li>Ceko (1995, 1997)</li>
<li>Denmark (1989)</li>
<li>Republik Dominika (1979, 1984, 1992)</li>
<li>Ekuador (1985)</li>
<li>El Salvador (1983, 1996)</li>
<li>Guinea Ekuatorial (1982)</li>
<li>Estonia (1993)</li>
<li>Fiji (1986)</li>
<li>Finlandia (1989)</li>
<li>Gabon (1982)</li>
<li>Gambia (1992)</li>
<li>Georgia (1999)</li>
<li>Ghana (1980)</li>
<li>Guam (1981)</li>
<li>Guatemala (1983, 1996, 2002)</li>
<li>Guinea (1992)</li>
<li>Guinea-Bissau (1990)</li>
<li>Haiti (1983)</li>
<li>Honduras (1983)</li>
<li>Hongaria (1991, 1996)</li>
<li>Islandia (1989)</li>
<li>India (1986, 1999)</li>
<li>Indonesia (1989)</li>
<li>Irlandia (1979)</li>
<li>Israel (2000)</li>
<li>Jamaika (1993)</li>
<li>Jepang (1981)</li>
<li>Jerman (1980, 1987, 1996)</li>
<li>Kamerun (1985, 1995)</li>
<li>Kanada (1984, 1987, 2002)</li>
<li>Kazakhstan (2001)</li>
<li>Kolombia (1986)</li>
<li>Kongo (1980)</li>
<li>Korea Selatan (1984, 1989)</li>
<li>Kosta Rika (1983)</li>
<li>Kroasia (1994, 1998, 2003)</li>
<li>Kuba (1998)</li>
<li>Kenya (1980, 1985, 1995)</li>
<li>Latvia (1993)</li>
<li>Libanon (1997)</li>
<li>Lesotho (1988)</li>
<li>Liechtenstein (1985)</li>
<li>Lithuania (1993)</li>
<li>Luxemburg (1985)</li>
<li>Madagaskar (1989)</li>
<li>Malawi (1989)</li>
<li>Mali (1990)</li>
<li>Malta (1990, 2001)</li>
<li>Maroko (1985)</li>
<li>Mauritius (1989)</li>
<li>Mesir (2000)</li>
<li>Meksiko (1979, 1990, 1993, 1999, 2002)</li>
<li>Mozambik (1988)</li>
<li>Nikaragua (1983, 1996)</li>
<li>Nigeria (1982, 1998)</li>
<li>Norwegia (1989)</li>
<li>Pakistan (1981)</li>
<li>Palestina (2000)</li>
<li>Panama (1983)</li>
<li>Pantai Gading (1980, 1985, 1990)</li>
<li>Papua Nugini (1984, 1995)</li>
<li>Paraguay (1988)</li>
<li>Perancis (1980, 1983, 1986, 1988, 2004)</li>
<li>Peru (1985, 1988)</li>
<li>Filipina (1981, 1995)</li>
<li>Polandia (1979, 1983, 1987, 1991, 2002)</li>
<li>Portugal (1982, 1983, 1991, 2000)</li>
<li>Puerto Riko (1984)</li>
<li>Reunion Island (1989)</li>
<li>Romania (1999)</li>
<li>Rwanda (1990)</li>
<li>Saint Lucia (1986)</li>
<li>San Marino (1982)</li>
<li>Sao Tome dan Principe (1992)</li>
<li>Selandia Baru (1986)</li>
<li>Senegal (1992)</li>
<li>Seychelles (1986)</li>
<li>Singapura (1986)</li>
<li>Slowakia (1995, 2003)</li>
<li> Slovenia (1996, 1999)</li>
<li>Kepulauan Solomon (1984)</li>
<li>Spanyol (1982, 1984, 1989, 1993, 2003)</li>
<li>Sri Lanka (1995)</li>
<li>Sudan (1993)</li>
<li>Swaziland (1988)</li>
<li>Swedia (1989)</li>
<li>Swiss (1982, 1984, 1985, 2004)</li>
<li>Suriah (2001)</li>
<li>Tanjung Verde (1990)</li>
<li>Tanzania (1990)</li>
<li>Thailand (1984)</li>
<li>Timor Timur (1989)</li>
<li>Togo (1985)</li>
<li>Trinidad dan Tobago (1985)</li>
<li>Tunisia (1996)</li>
<li>Turki (1979)</li>
<li>Uganda (1993)</li>
<li>Ukraina (2001)</li>
<li>Uruguay (1987, 1988)</li>
<li>Venezuela (1985, 1996)</li>
<li>Yordania (2000)</li>
<li>Yunani (2001)</li>
<li>Zaire (1980, 1985)</li>
<li>Zambia (1989)</li>
<li>Zimbabwe (1988)</li>
</ul>
<p><strong>Spritualitas Hidup: “Totus Tuus Ego Sum”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>”Aku tidak tahu kapan saat itu akan datang , tapi sebagaimana dalam semua hal, juga saat itu pun aku serahkan dalam tangan Bunda Tuhan-ku”.</em></p>
<p><strong><em>Paus Yohanes Paulus II</em></strong></p>
<p>Maria merupakan teladan yang tidak bisa lepas dari perjalanan hidup Paus Yohanes Paulus II.  Ke dalam keibuan yang sama ia menyerahkan semua yang ia miliki termasuk hidup dan panggilannya.</p>
<p>Pada saat kematiannya, di atas peti kerandanya, tertuliskan namanya dan sebuah huru M. Huruf M ini ditujukan kepada Bunda Perawan Maria. Sejak awal masa pontifikatnya, huruf M ini telah identik dengannya, baik karena tercantum jelas dalam logo Kepausannya maupun karena terungkap banyak dalam percakapan, khotbah dan pengajaran-pengajaran serta hidupnya sendiri.</p>
<p>Hubungan intim dan pribadi antara Maria dan Sri Paus menjadi semakin kuat, baik di mata public maupun dalam pribadinya sendiri melalui mukjizat keselamatan jiwanya dari tindakan pembunuhan yang dialaminya lewat tembakan Mehmet Ali Agca. Para dokter memberi kesaksian bahwa peluru mematikan itu terhenti 1 mm sebelum tempat yang akan mematikan setiap orang yang terkena. Mehmet Ali Agca sendiri mengaku: “Saya merasa heran mengapa ia tidak mati; bukankah saya dilatih khusus untuk menembak jitu, untuk membunuh secara tepat?”</p>
<p>Sri Paus mengakui bahwa Maria sendiri yang membela kehidupannya, yang mengijinkannya hidup lagi. Mungkin Sri Paus teringat akan janjinya di depan Bunda Maria untuk membela iman, dan kini Maria sendiri yang malah membela dan menyelamatkan kehidupannya.</p>
<p>Sebagai <em>Vicaris Kristus</em>, Bapa Suci Yohanes Paulus II mempersembahkan setiap tempat yang ia kunjungi kepada Santa Perawan Maria. Pada tanggal 13 Mei 1983, beliau pergi ke Fatima guna mempersembahkan seluruh dunia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda. Di kemudian hari, beliau sekali lagi mempersembahkan seluruh dunia kepada Bunda Maria, dalam persatuan dengan segenap Uskup Gereja Katolik, demi memenuhi permintaan Bunda Maria di Fatima.</p>
<p>Pada musim panas 1995, Paus Yohanes Paulus II memulai suatu katekese yang panjang mengenai Santa Perawan Maria dalam Angelus mingguannya, yang berpuncak pada tanggal 25 Oktober 1995, dengan penjelasannya akan peran-serta aktif Bunda Maria dalam Kurban Kalvari. Peran serta aktif Bunda Maria di Kalvari ini disebut sebagai <em>co-redemption</em>. Sebelumnya, pada tahun 1982 dan 1985, Paus Yohanes Paulus II telah mempergunakan istilah <em>“co-redemptix” </em>(Penebus Serta) dalam menyebut Santa Perawan Maria di hadapan umat beriman. Hal ini sungguh luar biasa, mengingat beliau adalah paus pertama yang melakukannya sejak Paus Benediktus XV yang baginya Bunda Maria datang ke Fatima guna menyingkapkan Hatinya Yang Tak Bernoda. Sejak masa Paus Benediktus XV, istilah ini masih dalam pembahasan oleh Tahta Suci. Penggunaan istilah ini oleh Paus Yohanes Paulus II merupakan suatu penegasan atas pandangan tradisional Gereja terhadap peran Maria dalam sejarah keselamatan.</p>
<p>Akan tetapi, devosi Sri Paus kepada Bunda Maria, sama sekali tidak mengesampingkan Yesus. Ia memang mengatakan bahwa doa rosario adalah doa favoritku. Tetapi juga ia menegaskan bahwa tak ada doa rosario yang terlepas dari misteri hidup Yesus Kristus. Untuk itu, ia membuat terobosan baru dengan menambahkan peristiwa cahaya dalam peristiwa-peristiwa tradisional doa rosario. Lewat peristiwa ini secara khusus ia menggaris bawahi dan mengajak umat Allah mengkontemplasikan perutusan atau misi agung Yesus Kristus di tengah dunia. Maka, orang yang berdevosi kepada Maria, dipanggil untuk lebih menghayati dan mengambil bagian dalam karya misi Kristus menjadi cahaya di tengah ambang millenium baru ini.</p>
<p><strong>Gelar Agung</strong></p>
<p>Sepanjang sejarah Kepausan, telah lahir tiga paus yang mendapat gelar ‘Agung’, yang ditambahkan di belakang nama mereka. Ketiga paus tersebut, yakni: Paus St. Leo I, Paus St. Gregorius I dan St. Nikolaus I. Mereka bertiga ini, mendapat gelar ‘Agung’ berkat pelayanan, wibawa, dan karhisma yang mereka berikan bagi umat-Nya.</p>
<p>Demikian pula dengan Paus Yohanes Paulus II. Sebagai pemimpin, pengajar iman, dan dengan dibimbing oleh Roh Kudus, ia menerbitkan Katekismus Gereja Katolik yang baru, merevisi Kitab Hukum Kanonik dan merevisi Kitab Hukum Kanonik bagi Gereja-Gereja Timur. Ia juga menuliskan 39 ajaran utama yang meliputi seluruh spectrum dotrin Gereja, moral dan spritualitas, ia menyampaikan pengajaran dan khotbah-khotbah yang tak terhitung banyaknya. Paus Yohanes Paulus II menekankan paggilan umum menuju kekudusan dan menyadarkan umat beriman akan kehidupan sacramental yang dimulai sejak saat pembaptisan. Ia, yang menerima Sakramen Pengakuan setiap minggu, mendorong kita untuk membuka diri terhadap belas kasihan Tuhan yang tak terbatas dalam Sakramen Tobat.</p>
<p>Dalam ensikliknya yang terakhir mengenai Ekaristi Kudus, <em>Ecclesia de Eucharistia</em>, ia mendorong devosi kepada Tuhan yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus dan persembahan kurban kudus Misa. Ia mengingatkan umat beriman bahwa melalui Ekaristi Kudus, Kristus tidak hanya sekedar bersama kita, melainkan Kristus sesungguhnya ada dan hadir di dalam diri kita.</p>
<p>Bapa Suci merupakan seorang pembela moral Kristiani yang gigih. Ia menekankan kekudusan hidup sejak dari saat pembuahan hingga kematian yang wajar, martabat manusia, kesakralan hidup perkawinan dan cinta kasih dalam perkawinan. Ia memiliki keberanian dan kesetiaan untuk sama sekali tidak merekayasa Sabda Allah sesuai dengan perilaku masyarakat yang mementingkan diri sendiri, melainkan menantang setiap orang agar hidup sesuai dengan Sabda Allah. Sebagai penerus St. Petrus, ia mengusahakn persatuan dalam tubuh Gereja, dengan melakukan 104 kunjungan pastoral ke luar Italia.</p>
<p>Sebutan ‘Yohanes Paulus II Agung’, ini diucapkan pertama kali oleh Paus penggantinya, yaitu Paus Benediktus XVI dalam sapaan pertama kalinya dari Balkon St. Petrus, pada tanggal 19 April 2005, sesaat setelah terpilih menjadi Paus.</p>
<p><strong>Sapaan-Sapaan</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Pecinta Anak-Anak</strong></li>
</ol>
<p>Paus Yohanes Paulus II sangat mencintai anak-anak. Ia bisa menghentikan perjalanannya dan tiba-tiba menuju orang banyak, untuk memeluk dan memberkati serta mencium anak-anak.</p>
<p>Perhatian paus bukan hanya sekedar ungkapan afeksi belaka atau sekedar demi mendapatkan simpatik dari publik. Perhatian paus sungguh didasari atas hormat dan cinta akan derajat dan martabat anak-anak. Paus menaruh kepercayaan besar dan penghargaan tinggi atas diri mereka dengan segala potensi dan kemampuannya. Anak-anank adalah musim semi gereja, musim semi masyarakat, dunia baru.</p>
<p>Paus sangat yakin akan kekuatan dan keampuhan doa anak-anak. Paus juga berterus terang pada mereka bahwa ia membutuhkan doa-doa mereka. Paus amat bangga akan semangat setia kawan anak-anak, akan kepedulian dan rasa belas kasihan mereka, khususnya bagi sesama teman mereka yang malang nasibnya.</p>
<p>Paus mengajak anak-anak menjadi pejuang perdamaian. Ia meminta kepada anak-anak untuk berdoa bagi perdamaian.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Sahabat Kaum Muda</strong></li>
</ol>
<p>Paus sungguh yakin bahwa kaum muda adalah harapan masa depan Gereja, yang penting bukan di masa depan nanti, tetapi sejak saat ini. Mereka adalah garam dan terang, mereka adalah bentara-bentara masa kini, mereka adalah penghadir Kabar Gembira di dunia mereka, di lingkungan mereka.</p>
<p>Baginya kaum muda adalah sebuah musim semi: sebuah pesemaian penuh harapan, sebuah musim semi penuh keindahan, benih-benih harapan baru. Ia menunjukkan peran, posisi strategis dan kunci mereka, ia mendukung pemenuhan panggilan kaum muda.</p>
<p>Ia menyapa mereka dengan himbauan penuh keterbukaan dan dengan kata-kata sederhana tetapi menyentuh identitas muda mereka: <em>dear young people, have the sacred ambition to become holy like He is holy. Young people of every continent, do not be afraid to be saints of the new millenium. May the gospel become your most precious trasure…</em></p>
<p>Bagi sebagian orang, ia sudah tiada, tetapi serentak ia masih ada. Sehari sesudah pemakamannya, serombongan kaum muda duduk di piazza St. Ptrus, memandang jendela kosong, apatemen Sri Paus, dengan mata kosong sambil menggenggam rosario dan bernyanyi. Kematian pun takkan mampu memisahkan cinta seorang anak dan bapa terkasih.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Sahabat Orang Sakit</strong></li>
</ol>
<p>Paus menyadari bahwa adalah tugas dan perutusan Gereja untuk melayani mereka yang sakit dan menderita dengan penuh cinta dan kemurahan  hati; setiap bentuk kehidupan khususnya yang sakit dan menderita harus menjadi perhatian Gereja. Begitupun Gereja harus mewartakan bahwa menanggung sakit dan derita dalam kesatuan dengan Kristus adalah merupakan satu panggilan dan suatu persembahan yang bernilai tinggi dan berguna bagi keselamatan baik diri sendiri maupun bagi orang lain.</p>
<p>Pengalaman sakit dan deritanya membuat ia mampu berbicara sebagai orang yang tahu apa artinya sakit dan menderita. Maka paus berpesan: “Kalian tidak menderita secara sia-sia oleh karena setiap kesakitan telah mematangkan anda dalam kerohanianmu, menyucikan hatimu, memberimu makna dan kehidupan yang benar, memperkaya anda dengan kebaikan, kesabaran dan ketabahan, memberikan kamu perasaan yang mendalam akan perdamaian, kegembiraan yang sempurna serta pengharapan yang teguh.</p>
<p>Hati Kristus yang penuh kerahiman dan belas kasihan, sungguh nampak dalam pribadi Sri Paus. Ia mencintai, menghargai dan sangat dekat dengan setiap orang sakit, yang menderita, yang miskin dan tersingkirkan. Ia juga serentak menunjukkan harkat dan martabat serta peran mulia mereka, kendatipun mereka berada dalam situasi dan posisi sulit, sakit dan terbelit aneka duka derita.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>4. </strong><strong>Imam di Antara Imam</strong></li>
</ol>
<p>Menurut Paus Yohanes Paulus II, imam adalah seniman. Dan seni yang palindah indah, mulia dan agung itulah seni merawat jiwa-jiwa. Ia berpesan agar para imam harus menjadi seniman-seniman dalam karya pastoral. Ia juga menggaris bawahi kemendesakan dan ketaktergantian hidup selibut dalam imamat.</p>
<p>Beliau sangat menghargai tinggi para imam sebagai mereka yang dianugerahi sebuah rahasia. Karunia atau rahmat istimewa, yang diberikan agar digunakan sesuai tujuannya diberikan. Serentak imamat adalah sebuah misteri, rahasia yang perlu dikuakkan, dengan cinta dan pencarian yang tetap, dengan kerinduan dan harapan yang berkobar, dalam kesatuan dengan Sang Pemberi.</p>
<p>Para imam baginya sendiri adalah anugerah Allah yang sesuai kehendak hati Allah sendiri dalam rangka suatu <em>succession apostolica</em>, dalam rangka suatu estafet panjang penggembalaan, hal mana telah dimulali Yesus sendiri, sebagai gembala yang baik, dengan <em>amor pastoralisnya</em>, cinta kegembalaannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>5. </strong><strong>Pejuang Wanita</strong></li>
</ol>
<p>Paus Yohanes Paulus II melihat karisma wanita hanya pada keibuan mereka, dalam arti kemampuan melahirkan mereka. Sebab, pada kenyataan, keibuan fisik ini tidak mutlak menjadi ukuran kebahagiaan dan kesempurnaan hidup seorang wanita. Maka keibuan wanita melampaui kemampuan melahirkannya saja. Justru di sini, panggilan khusus sebagai ibu semakin nampak lewat panggilannya memecahkan anonimitas, melalui kepedulian, keterbukaan hati dan telinganya serta solidaritasnya.</p>
<p>Pembelaan paus terhadap wanita dinampakkannya juga dengan nasehat dan anjurannya agar wanita tidak jatuh dalam sikap berat sebelah dalam rangka memperjuangkan apa yang mereka sebutkan <em>liberation</em> mereka. Kebebesan wanita atau emansipasi wanita tidak harus diperjuangkan secara terlepas dari nilai-nilai etika dan hubungan-hubungan antar pribadi. Kebebasan wanita tidak harus menjadi suatu pemaksaan kesamaan yang murah dengan lelaki. Kebebasan tidak berarti harus persisi sama dengan yang lain. Justru perlu dicari pada kekhususannya, pada kegeniusannya, kekhasannya. Menjadi diri sendiri, bukan menjadi seperti yang lain lalu merasa memiliki emansipasi.</p>
<p>Dalam banyak hal Paus Yohanes Paulus II menunjukkan penghargaan dan pengakuannya terhadap wanita. Beliau menganjurkan agar di dalam pembinaan para calon imam di seminari, kakum wanita dilibatkan, bahkan kaum wanita awam. Mereka memiliki charisma dan kompetensi yang khusus dan khas yang akan memperkaya mereka. Ia menulis sebuah surat khsus kepada para imamnya tentang bagaimana menghargai dan bersikap terhadap wanita. Mereka harus diperlakukan sebagai saudarinya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>6. </strong><strong>Man of God</strong></li>
</ol>
<p>Di balik kebesaran Paus Yohanes Paulus II ini tidak bisa tidak harus ditemukan kekuatannya pada hidup rohaninya yang mendalam. Orang-orang menggelarinya <em>Man of God</em>. Tiada hari yang dilaluinya tanpa meditasi menjelang perayaan ekaristi.</p>
<p>Dalam doa, meditasi dan ekaristilah kehebatan karya-karya dan tindakannya bermuara. Seperti sering diingatkan dari <em>oratio </em>menuju <em>action,</em> dari <em>contemplatio </em> menuju <em>evangelizatio, </em>dari <em>meditation </em> menuju <em>missio. </em></p>
<p>Kemendalamannya ini menjadi kekuatannya dalam mengemban misinya sekaligus hiburan dalam menghadapi tantangan, bahkan penolakan yang dialaminya. Keterpautan dan kedekatan dengan Tuhan ini dengan begitu mudah pun terjelma dalam setiap perjumpaannya dengan siapa saja, entah sesama uskup atau kerumunan peziarah.</p>
<p>Paus tidak melihat doa sebagai privilese kaum religius dan imam saja. Ia mempunyai suatu penghargaan yang tinggi akan doa dalam hidup kaum awam. Dalam doa orang mengalami perjumpaan dengan Allah, dengan yang Maha Kudus. Karena itu pula, dalam doa orang akan menghasilkan suatu kerinduan akan hidup baru, akan semangat baru, akan niat baru. Maka, dalam doa orang mengalami Allah, berjumpa dengan Allah sendiri, dengan hati nuraninya sendiri dan kemudian mengalami hidup baru.</p>
<p>Beliau bukan hanya seorang pendoa tetapi juga guru doa. Kesaksian berikut ini bisa serentak membuktikan kemendalaman hidup doanya sekaligus kesaksian bisu ini bisa menjadi pengajaran doa yang jauh lebih unggul dari sebuah traktat doa.</p>
<p>Rahasia doa baginya: Doa adalah mencari Tuhan tetapi juga sebuah pewahyuan oleh Tuhan kepada kita, tentang diri-Nya, juga tentang segala sesuatu, juga tentang rahasia terdalam kita. Dalam doa kita mendapatkan cinta-Nya yang menguatkan kita, mengangkat kita, yang mengundang kita untuk percaya pada-Nya. Seorang berdoa membuat Allah hadir dan nampak di dunia ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>7. </strong><strong>Vicar of Christ</strong></li>
</ol>
<p>Paus Yohanes Paulus II mengakui bahwa sumber dari panggilannya ditemukannya pada ruang atas perjamuan malam terakhir, di mana Yesus sesudah mengasihi murid-murid-Nya sehabis-habisnya, telah mengangkat mereka menjadi sahabat khusus-Nya sebagai imam. Dia mewariskan kepada mereka perintah cinta kasih dan pelayanan. Dan bahwa mereka dipanggil dan diutus pergi untuk menghasilkan buah dan agar buahnya tetap untuk selamanya.</p>
<p>Oleh karena itu, seluruh panggilan hidupnya pun difokuskan pada identifikasi terus menerus dengan Kristus yang menjadi sahabat bagi semua, yang menjadi gembala yang menyerahkan hidupnya.</p>
<p>Ia menunaikan tugasnya menjadi penjala manusia melayarkan bahtera gereja dengan kepatuhan dan cinta pada Tuhan dan pada mereka yang dipercayakan kepadanya dan kepada domba-domba yang masih berada di kandang lain.</p>
<p>Beliau sebelum meninggal dunia meninggalkan sebuah ensiklik hidup yang indah, yaitu setia pada Yesus sampai akhir.</p>
<p><strong>Tanggapan Orang</strong></p>
<p><strong>Carlo Azeglio Ciampi, Presiden Italia</strong></p>
<p>Ia telah menanamkan harapan dan kesetiaan pada kita semua. Ia telah mengukir hati nurani dengan nilai-nilai kaya makna dan penuh martabat di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Ia percaya akan kekuatan Roh Allah dan ia telah memberi kesaksian, dengan keberaniannya yang gigih dan ketenangannya di dalam menanggung derita, serta kekuatan yang memampukan kita untuk menghadapi setiap tantangan dalam bekerja untuk kebaikan di dalam situasi manapun juga. Ia akan terus hidup di dalam hati kita, di dalam kekaguman kita akan kesaksian dan keteladanannya. Ia sungguh seorang rasul perdamaian dunia. Italia, kehususnya, Roma sebagai keuskupannya, meratapi kehilangan mereka akan seorang ayah, seorang yang amat dikasihi!</p>
<p><strong>Aleksander Kwasniewski, Presiden Polandia</strong></p>
<p>Seorang paus yang besar – putera paling baik negeri kami, Bapa Suci, bapa yang baik bagi kita sekalian, baik yang beriman maupun yang tak beriman, dari pengikut agama yang macam ragam: itulah segalanya!</p>
<p><strong>Silvio Berlusconi, Perdanan Mentri Italia</strong></p>
<p>Kami sangat berterima kasih padanya untuk pekerjaannya yang tak kenal lelah kendati amat sulit, yang ia emban secara terus-menerus melawan segala bentuk totalitarianisme, kekerasan, penindasan dan dekadensi moral; semuanya dilakukan sesuai nilai-nilai Gereja Katolik, yang merupakan nilai-nilai tertinggi dari martabat manusia.</p>
<p><strong>George W. Bush, Presiden Amerika Serikat</strong></p>
<p>Paus Yohanes Paulus II, dari dirinya sendiri adalah sebuah inspirasi bagi jutaan orang Amerika dan bagi begitu banyak lainnya lagi di seluruh dunia. Kami akan senantisa mengenang gembala yang rendah hati, bijaksana, tidak kenal takut ini yang menjadi satu dari pemimpin-pemimpin moral yang besar dalam sejarah. Kami bersyukur kepada Tuhan yang telah mengirimkan seorang seperti beliau, seorang putera Polandia yang menjadi Uskup Roma dan serentak seorang pahlawan untuk segala abad!</p>
<p><strong>Gerhard Schroder, Kanselir Jerman</strong></p>
<p>Paus telah meniupkan angina integrasi yang penuh damai di Eropa dalam begitu banyak cara. Melalui usahanya dan melalui kepribadiannya yang penuh daya pikat, ia telah mengubah dunia kita.</p>
<p><strong>Shimon Peres, Wakil Perdana Mentri Israel</strong></p>
<p>Paus telah mencakup dalam dirinya seluruh kwalitas kemanusiaan terbaik yang ada dan serentak juga sebuah kepenuhan semangat kemanusiaan… Tindakan-tindakan dan penegasan-penegasannya telah merubah hubungan antara Gereja Katolik dan kaum Yahudi, dan telah melahirkan sebuah upaya perjuangan melawan gerakan Anti-Semitisme.</p>
<p><strong>Mahmoud Abbas, Pemimpin Palestina</strong></p>
<p>Kita kehilangan seorang figure pemimpin religius yang istimewa, yang membaktikan hidupnya pada pembelaan nilai-nilai luhur perdamaian dan kemerdekaan dan kesamaan hak dan martabat.</p>
<p><strong>Fidel Castro, Presiden Cuba</strong></p>
<p>Umat manusia akan mengabdikan suatu kenangan mengharukan akan usaha tanpa kenal dari Sri Paus Yohanes Paulus II untuk perdamaian, keadilan dan solidaritas antar segala bangsa.</p>
<p><strong>Gloria Arroyo, Presiden Pilipina</strong></p>
<p>Ia adalah sang piawai yang suci dari keluarga-keluarga Filipina dan dari nilai-nilai kristiani yang membuat kita megkontemplasikan apa saja yang adil, bermoral dan suci dalam hidup ini.</p>
<p><strong>Vicente Fox, Presiden Mexico</strong></p>
<p>Paus Yohanes Paulus II adalah seorang yang tidak ada duanya, warisan-warisannya akn hidup berabad-abad.</p>
<p><strong>Jascques Chirac, Presiden Perancis</strong></p>
<p>Sejarah akan mencatat dan mengenang seroang Paus yang luar biasa ini, yang kharismanya, keyakinannya dan semangat belas kasihannya telah membawa pesan Injil dengan gema yang tak terbayangkan di pentas internasional.</p>
<p><strong>Levy Mwanawasa, Presiden Zambia</strong></p>
<p>Bapa Suci, saya berani katakana bahwa bukanlah kehendakmu melihat kami berkabung tetapi agar kami bersyukur atas apa yang dengan rendah hati engkau realisir dalam hidupmu. Namun, bila kau melihat air mata berlinang di mata kami, itulah hanya karena kami tak dapat membendung perasaa kami ketika harus menyampaikan ‘selamat jalan bapa’.</p>
<p><strong>Avul Pakir Jainulabdeen Abdul Kalam, Presiden India</strong></p>
<p>Wafatnya Bapa Suci Yohanes Paulus II, diterima denga rasa sedih yang mendalam dan rasa kaget oleh rakyat India yang memandangnya sebagai seorang kampiun perdamaian dan keharmonisan dunia. Suaranya lantang menyerukan perlawanan terhadap segala bentuk intoleransi, ketidakmanusiaan dan ketidakadilan. Usaha-usahanya yang tanpa henti untuk membela martabat manusia akan selalu dikenang sebagai mercu suar pengharapan menghadapi tantangan-tantangan yang menakutkan dari dunia masa kini.</p>
<p><strong>Jendral Musharraf, Presiden Pakistan</strong></p>
<p>Paus telah melaksanakan karya-karya yang tak terbayangkan untuk perdamaian, ia telah membawa banyak orang yang berbeda iman menjadi lebh dekat satu sama lain.</p>
<p><strong>Vaclav Klaus, Presiden Republik Ceko</strong></p>
<p>Bagi saya Yohanes Paulus II adalah satu dari tokoh-tokoh tanpa tanding dari abad 20 ini. Ia adalah seorang bijaksana dan peka, yang membaktikan seluruh hidupnya pada nilai tertinggi dari hidup manusia, dari kemanusiaan, kerendahan hati, pelayanan bagi yang lemah, perdamaian, kebebasan manusia, hak dan martabat, tanggung jawab. Atas cara yang sangat kuat ia mempengaruhi tumbuhnya demokrasi di negara-negara blok komunis dan adalah jasanya bahwa negara-negara ini menghirupkan udara kebebasan.</p>
<p><strong>Susilo Bambang Yudoyono, Presiden Indonesia</strong></p>
<p>Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Sri Paus Yohanes Paulus II yang wafat beberapa jam lalu. Kita mengenal sosok beliau yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi, kebebasan, berbagai aktivitas untuk membantu harmoni dan toleransi antar umat beragama termasuk kegiatan dialog antar agama.</p>
<p><strong>Rowan Williams, Uskup Agung Anglikan dari Canterbury</strong></p>
<p>Saya yakin bahwa dalam hari-hari ini kita tengah melihat sebuah kotbah yang hidup yang luar biasa untuk masa paska ini, tentang menghadapi kematian dengan kejujuran dan keberanian; menghadapi kematian dalam harapan penuh akan suatu relasi yang tak pernah akan terputuskan oleh kematian sekalipun. Paus Yohanes Paulsu II menunjukkan cara khasnya menghadapi kematiannya; ia mengakui kerapuhannya namun tetap penuh keberanian dan pengharapan.</p>
<p><strong>Patriarch Alexy II, Pemimpin Gereja Orthodox Rusia</strong></p>
<p>Paus Yohanes Paulus II, baik pribadi maupun karya dan pikiran-pikirannya telah sangat mempengaruhi dunia.</p>
<p><strong>Paus Shenouda III, Gereja Koptik</strong></p>
<p>Saya haturkan rasa turut belasungkawa saya yang mendalam kepada kamu sekalian sehubungan dengan wafatnya Sri Paus Yohanes Paulus II sesudah memimpin Gereja selama 26 tahun. Selama periode waktu ini, ia sungguh dijunjung tinggi dan sengat dihormati oleh umat manusia di seluruh dunia. Ia juga dipuja karena kemampuan-kemampuan pribadinya dan upaya-upayanya dalam karya ekumenis dan relasi-relasi antara gereja Katolik dan gereja-gereja lain di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Syafii Maarif, Ketua umum PP Muhammadiyah</strong></p>
<p>Dunia kehilangan tokoh perdamaian. Beliau merupakan salah satu pelopor perdamaian. Ia mempunyai pengaruh luas bagi perdamaian dan ketertiban dunia.</p>
<p><strong>Uskup Agung Sean O’Malley dari Boston</strong></p>
<p>Pada tahun yubelium agung 2000, Sri Paus mengajak seluruh dunia untuk membuka pintu lebar-lebar bagi Kristus dan mengikutiNya bukan karena kewajiban tetapi karena cinta. Hidup Paus Yohanes Paulus II telah mencerminkan seruannya ini ketika setiap hari ia membuka dirinya untuk menjadi sebuah alat dari kebenaran yang tak terbantahkan dalam mengajarkan moral dan etika dalam menghadapi budaya masa kini.</p>
<p><strong>Kardinal Edward Egan, Uskup Agung New York</strong></p>
<p>Ia mewartakan Injil sampai ke sudut-sudut bumi, memaklumkan martabat mulia dari setiap manusia, hak-hak kaum miskin dan kejahatan dari perang entah waktunya baik atau tidak baik.</p>
<p><strong>Konferensi Uskup Meksiko</strong></p>
<p>Para uskup Meksiko merasa sehati seperasaan dengan Bunda Gereja semesta oleh wafatnya Bapa Suci. Kendatipun demikian, dengan iman kita memaklumkan dengan kegembiraan kematian yang penuh bahagianya menuju pangkuan Tuhan. Kami sangat berterima kasih untuk  harta berlimpah berkat dalam diri sang gembala, yang dari kunjungannya yang pertama di negeri kami, telah melesatkan sebuah proses dinamisme pastoral yang sungguh telah sangat menguatkan kami.</p>
<p><strong>Siapa Paus Bagi Saya?</strong></p>
<p>Melalui karya-karyanya yang nyata, Paus Yohanes Paulus II telah menghantar umat manusia menuju jalan kebenaran.</p>
<p>Paus Yohanes Paulus II, Agung, merupakan sosok sahabat yang telah mengajarkan saya bagaimana menjalani hidup ini semestinya. Dibandingkan dengan paus-paus sebelumnya, beliau merupakan sosok yang sangat unggul.</p>
<p>Istilah <em>Servus Servorum Dei</em> tidak hanya dicantumkan di belakang namanya, sebagai suatu tulisan, yang tidak bermakna. Ia telah menunjukkan bahwa ia benar-benar hamba dari hamba Tuhan. Ia selalu memperhatikan orang-orang yang kecil.</p>
<p>Melalui tindakannya ini, mengajarkan kepada saya, agar selalu memperhatikan orang-orang yang sedang mengalami kesusahan, dan selalu menghibur orang-orang yang sedang berada dalam kebimbangan. Melalui pelayanannya itu juga, mendorong saya untuk menjadi seorang imam. Saya mau menjadi seorang imam seperti dia.</p>
<p>Meskipun ia telah tiada di dunia ini, ia tetap berada di dalam hati dan pikiran saya. Tindakan-tindakan dan kata-katanya tidak akan pernah hilang dalam benak saya. Beliau senantiasa menjadi motivator bagi saya untuk dapat mencapai cita-cita saya, ialah menjadi seorang imam.</p>
<p>Satu hal juga yang sangat saya banggakan dari pribadinya. Itulah cinta kasih dan belaskasihannya. Contohnya saja, ketika ia ditembak oleh seorang penembak jitu. Bukannya ia marah atau menghukum si penembak jitu, melainkan ia memaafkan dan mengampuni kesalahannya itu. Itulah yang membuat saya berpikir apakah saya bisa menjadi seperti dirinya, yang rela mengampuni dosa dan kesalahan-kesalahan orang lain. Sekalipun itu adalah perbuatan yang sangat berat.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ul>
<li>Ponomban, Terry. 2005. <em>In Loving Memory of John Paul II</em>. Yogyakarta: Yayasan Pustaka<strong> </strong></li>
<li>Lesek, Yon. 2005. <em>Jalan Menuju Tahta Suci Paus Benediktus XVI.</em> Jakarta: Karya Kepausan Indonesia.<strong> </strong></li>
<li>Hidup. 24 April 2005.<strong> </strong></li>
<li><a href="http://www.wikipedia.com/">www.wikipedia.com</a><strong> </strong></li>
<li><a href="http://www.tokohindonesia.com/">www.tokohIndonesia.com</a> <strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Nihil Difficile Volenti</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zeptiano.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zeptiano.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=16&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/16/paus-yohanes-paulus-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61ceb0d37cfd378d3df44b36a27efbab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zeptiano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RESUME: AGORA</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/15/resume-agora/</link>
		<comments>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/15/resume-agora/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 10:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zeptiano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resume]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zeptiano.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[AGORA Alexandria merupakan sebuah kota yang memiliki tingkat kebudayaan yang berkembang dengan sangat pesat, karena di sanalah berkembanglah ilmu pengetahuan dan filsafat. Salah satu tempat yang terkenal di Alexandria adalah Agora. Di tempat itulah orang-orang biasanya saling memperdebatkan suatu hal. Itulah juga yang dilakukan oleh mereka dalam hal keagamaan, seperti kepercayaan dewa Serafin (Serafian) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=13&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>AGORA</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Alexandria merupakan sebuah kota yang memiliki tingkat kebudayaan yang berkembang dengan sangat pesat, karena di sanalah berkembanglah ilmu pengetahuan dan filsafat. Salah satu tempat yang terkenal di Alexandria adalah Agora. Di tempat itulah orang-orang biasanya saling memperdebatkan suatu hal. Itulah juga yang dilakukan oleh mereka dalam hal keagamaan, seperti kepercayaan dewa Serafin (Serafian) dan agama Kristen.</p>
<p>Dengan dilatarbelakangi oleh tempat tersebut, maka diangkatlah suatu film, yang berjudul “Agora”. Film ini mengisahkan tentang kehidupan masyarakat Alexandria yang plural. Film tersebut melihat kepluralisan masyarakat tersebut dari sudut pandang kehidupan religius atau agama. Pluralisasi inilah yang menyebabkan munculnya pertentangan dan pertikaian dalam suatu masyarakat. Pihak-pihak yang terkait saling memperdebatkan bahwa kepercayaannyalah yang paling benar.</p>
<p>Dalam film ini menceritakan bahwa orang-orang Kristen di bawah pimpinan seorang uskup yang fundamentalis berusaha untuk menyebarkan agamanya dan berusaha mempertobatkan orang-orang yang bagi mereka adalah kafir dan tidak mengenal agama. Di lain pihak orang-orang yang menganut ajaran Serafin, dengan segala filsafat, logika, dan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, berusaha juga untuk menyebarkan kepercayaan mereka. Mereka juga menentang dan melawan ajaran Kristen. Dengan adanya pertentangan dan perbedaan pendapat tersebut, maka muncullah peperangan di antara orang-orang Alexandria, sehingga banyak orang yang mati.</p>
<p>Film ini diperankan oleh beberapa tokoh, seperti Davus, yang semula adalah seorang budak dari salah seorang penganut Serafian, tapi kemudian dibebaskan dan memeluk agama kristen. Hypaetia, seorang filsuf wanita yang cantik, merupakan orang yang memeluk kepercayaan Serafin. Orestes, murid dari Hypaetia, yang semula membenci agama Kristen, tetapi dengan sangat terpaksa harus memeluk agama Kristen, yang sangat dibencinya. Selain ketiga tokoh sentaral tersebut, film ini juga diperankan oleh banyak tokoh lainnya yang membantu.</p>
<p>Pertikaian antara orang-orang Alexandria terjadi selama beberapa hari. Akhirnya berdasarkan dengan keputusan dari pemerintah, maka pertikaian ini dimenangkan oleh orang-orang Kristen. Para penganut Serafian dipaksa untuk meninggalkan kota tersebut. Semua alat ibadah dibakar dan dihancurkan. Buku-buku, yang menjadi sumber pengetahuan dari para penganut Serafin dibakar dan dihancurkan. Davus, seorang budak dari Hypaetia dibebaskan dan memilih masuk Kristen, karena tergerak oleh kegiatan-kegiatan karitatif yang dilakukan oleh orang-orang Kristen.</p>
<p>Setelah kepergian para penganut Serafian, di  Agora mulai muncul kepercayaan baru. Itulah orang-orang yang menganut kepercayaan Yahudi. Karena merasa bahwa kepercayaan merekalah yang paling benar, maka orang-orang Kristen, yang pada saat itu merupakan agama yang mayoritas berusaha untuk mengusir para penganut Yahudi. Untuk membalas tindakan tersebut, orang-orang Yahudi dengan tipu muslihat mengumpulkan orang-orang Kristen di suatu ruangan dan mengurung mereka di sana, lalu melempari mereka dengan batu. Orang Kristen juga tidak mau kalah, mereka memberontak dan membunuh para penganut Yahudi. Pertumpahan darah kembali terjadi di sana. Hal tersebut akhirnya memaksa para penganut Yahudi untuk meninggalkan tempat itu.</p>
<p>Setelah beberapa tahun berlalu, seorang gubernur untuk Agora terpilih. Ia adalah Orestes, musuh bebuyutan kaum Kristen. Agama Kristen pada saat itu merupakan agama yang mayoritas, dan juga menguasai pemerintahan. Oleh karena itu, mau tidak mau Orestes harus memeluk agama Kristen, agar ia dapat memerintah di sana. Hypaetia, yang mengikuti Orestes, kembali ke Agora. Di sana ia ditentang oleh Gereja, karena ia dianggap sebagai bidaah dan kafir. Dengan segala kemampuannya dalam bidang ilmu pengetahuan, dan filsafat, ia berusaha untuk memecahkan bahwa bumi bukanlah persegi tetapi bulat pekat, di mana teori ini bertentangan dengan yang diajarkan oleh Gereja, bahwa bumi ini adalah persegi. Hal inilah yang dianggap oleh Gereja sebagai bidaah.</p>
<p>Karena  Hypaetia memilih untuk tidak memeluk agama manapun, maka Gereja dengan segala upaya berusaha untuk membunuhnya. Setelah Orestes menganut agama Kristen, Hypaetia tidak lagi memiliki perlindungan. Melihat kesempatan inilah, maka orang Kristen memutuskan membunuhnya. Mereka membawa Hypaetia ke dalam Gereja dan membunuhnya di sana dalam keadaan telanjang dan di hadapan sakramen maha kudus. Film ini ditutup dengan pembunuhan dari Hypaetia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zeptiano.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zeptiano.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=13&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/15/resume-agora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61ceb0d37cfd378d3df44b36a27efbab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zeptiano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUJIZAT: PERBANYAKAN ROTI  (Mat 14:13-21)</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/14/mujizat-perbanyakan-roti-mat-1413-21/</link>
		<comments>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/14/mujizat-perbanyakan-roti-mat-1413-21/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 11:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zeptiano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zeptiano.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Roti adalah makanan yang dibuat dari bahan pokok tepung terigu. Di beberapa daerah, roti merupakan makanan pokok sehari-hari. Pada zaman Yesus, bahkan sebelum Yesus datang ke dunia ini, roti sudah menjadi makanan pokok. Di pesta-pesta, yang disajikan bukanlah nasi melainkan roti. Roti biasanya dipasangkan dengan anggur. Roti dan anggur adalah bahan yang dipilih oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=9&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Roti adalah makanan yang dibuat dari bahan pokok tepung terigu. Di beberapa daerah, roti merupakan makanan pokok sehari-hari. Pada zaman Yesus, bahkan sebelum Yesus datang ke dunia ini, roti sudah menjadi makanan pokok. Di pesta-pesta, yang disajikan bukanlah nasi melainkan roti. Roti biasanya dipasangkan dengan anggur. Roti dan anggur adalah bahan yang dipilih oleh Yesus, waktu merayakan Perjamuan Suci pada malam sebelum wafat-Nya demi penebusan umat manusia. Itu menjadi tanda pengorbanan dan sebagai tanda hubungan antara Yesus dengan umat-Nya. Perayaan Ekaristi dalam Gereja Purba disebut berkumpul untuk memecahkan roti (Kis 2,42;20,7). Para Pujangga Gereja menegaskan bahwa agar Sakramen Ekaristi itu dapat dirayakan secara sah, maka bahan yang digunakan untuk konsekrasi hanyalah roti dan anggur. Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa roti merupakan makanan pokok, maka dengan demikian menerima roti melambangkan menerima Kristus sebagai santapan rezeki rohani. Seperti halnya dengan roti yang terbentuk karena dikumpulkan dari biji-bijian gandum yang berbeda, demikian pula dengan umat Allah dibangun dan dibentuk dari orang-orang yang berasal dari seluruh dunia. Yesus adalah santapan rohani. Dengan kata lain, semua orang harus makan agar dapat hidup, namun apa yang dimakan itu tidak akan hidup lagi. Demikian halnya dengan Yesus Kristus sendiri. Ia memberikan hidup-Nya bagi umat manusia dengan mati di kayu salib, agar manusia itu hidup secara rohani. Roti yang dibagi dalam Perayaan Ekaristi/Perjamuan Suci mengandung makan yang mendalam. Pada saat konsekrasi, roti tersebut diubah menjadi Roti kehidupan abadi untuk kita. Kristus menggunakan roti biasa sebagai tanda bagi suatu kenyataan rohani. Ia sendiri menajadi santapan hidup rohani ilahi kita. <strong></strong></p>
<p><strong>Latar Belakang Teks</strong></p>
<p><strong></strong>Dalam Injil Matius, Yesus mengadakan mujizat memperbanyak roti dengan melihat situasi saat itu. Pada saat itu banyak sekali orang datang berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang denga maksud untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Yesus – dalam ay. 13 – bermaksud untuk menyingkir ke tempat sunyi, setelah Ia mendengar berita tentang Yohanes Pembaptis, yang telah mati dibunuh oleh Herodes (ay. 1-12). Setelah mendengar berita bahwa Yesus telah pergi, maka orang-orang datang berbondong-bondong mencari-Nya. Ketika Yesus sampai ke darat, Ia melihat banyak sekali orang yang sedang menantikan kedatangan-Nya. Melihat orang banyak yang begitu antusias mengikuti-Nya, maka tergeraklah hati-Nya untuk mengajar mereka dan menyembuhkan yang sakit. Hari mulai malam dan orang-orang belum ada yang beranjak dari tempat itu. Murid-murid Yesus menjadi gelisah karena pada mereka tidak ada makanan yang cukup untuk memberi orang-orang itu makan. Akhirnya, mereka meminta kepada Yesus untuk menyuruh orang-orang itu pergi. Namun, Yesus tidak melakukan hal demikian. Ia malahan mengadakan mujizat dengan memperbanyak roti untuk memberi mereka makan. Orang-orang yang hadir kira-kira lima ribu orang laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Potongan-potongan roti yang dikumpulkan sebanyak 12 bakul penuh. Perikop sesudahnya (ay. 22-23), setelah Yesus memberi makan orang banyak, Ia menyuruh mereka pulang, sementara murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang. Setelah itu, Ia naik ke atas bukit untuk berdoa, sementara itu murid-murid-Nya sudah bermil-mil dari pantai. Mereka mulai merasa cemas, mengapa Yesus belum kelihatan, ditambah lagi kapal mereka diombang-ambingkan oleh badai. Beberapa saat kemudian, Yesus muncul dihadapan mereka dengan berjalan di atas air. Akhirnya badai pun diredahkan oleh-Nya. Dan murid-murid-Nya menyembah Dia. <strong></strong></p>
<p><strong>Teks-Teks Pendukung</strong></p>
<p>1.	Kitab Suci Perjanjian Lama •	Kel. 16:1-36	: Manna, Sabat •	1 Raj. 17:7-16	: Elia dan Janda di Sarfat 2.   Kitab Suci Perjanjian Baru •	Mat. 14:13-21	: Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang •	Mat. 14:32-39	: Yesus Meberi Makan Empat Ribu Orang •	Mrk. 6:30-44	: Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang •	Mrk. 8:1-10	: Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang •	Luk. 9:10-17	: Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang •	Yoh. 6:1-15	: Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang  Analisis Teks Semua Injil dalam Kitab Suci Perjanjian Baru menceritakan tentang Yesus memberi makan orang banyak. Namun, keempat Injil tersebut memiliki perbedaannya masing-masing. Dalam Injil Lukas (Luk 9:10-17) dan Yohanes (Yoh. 6:1-13) hanya menceritakan satu kali saja mukjizat memperbanyak roti yang dilakukan oleh Yesus. Sedangkan Injil Matius (Mat 14:13-21 dan Mat. 15:32-39) dan Markus (Mrk. 6:30-44 dan Mrk. 8:1-10) menceritakan dua kali peristiwa tersebut. Meskipun dalam Injil peristiwa tersebut terjadi dua kali, namun yang sebenarnya terjadi hanyalah satu kali saja. Hal ini disebabkan karena dipengaruhi oleh dua buah tradisi. Tradisi pertama datang dari daerah Palestina. Menurut tradisi tersebut, peristiwa itu terjadi di pantai barat danau Galilea dan mengenai dua belas bakul melambangkan dua belas suku Israel dan jumlah para rasul. Tradisi yang kedua datang dari kalangan Kristen yang bukan keturunan Yahudi. Menurut tradisi tersebut peristiwa ini terjadi di pantai timur danau, di mana penduduk daerah tersebut bukan orang Yahudi. Mengenai tujuh bakul dan tujuh roti melambangkan jumlah suku Kanaan, dan jumlah diaken dari kalangan Kristen yang berbahasa Yunani. Kedua cerita yang ada dalam Injil Matius dan Markus, selain menyangkut jumlah bakul yang tersisa masih ada juga perbedaan lain. Dalam Mat. 14:13-21, orang yang ikut makan ada kira-kira lima ribu orang laki-laki , tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Sedangkan dalam Mat. 15:32-39, dikatakan sudah berapa lama orang-orang banyak mengikuti Yesus (3 hari). Dalam Injil ini juga dikatakan bahwa roti yang ada pada murid-murid berjumlah tujuh potong roti dan ikan yang ada tidak dikatakan dengan jelas berapa jumlahnya. Orang yang ikut makan bersama juga berbeda dengan teks yang satu. Pada perikop ini, orang yang ikut makan berjumlah empat ribu orang laki-laki, tidak termasuk anak-anak dan perempuan. Namun demikian, kedua teks ini memiliki kesamaan dengan Injil Markus, yang juga mencantumkan dua peristiwa yang sama dalam satu Injil. Dibandingkan dengan Injil Lukas (Luk. 9:10-17), cerita mengenai Yesus mengadakan mujizat memperbanyak roti sangat jauh berbeda. Dilihat dari latar belakang Injil ini, maksud Yesus bersama murid-murid-Nya menyingkir dari kota adalah karena pada saat itu Herodes sedang mencari-cari-Nya. Dalam Injil Matius dan Markus tidak dijelaskan secara eksplisit, Yesus itu pergi ke daerah mana. Sedangkan dalam Injil Lukas, dijelaskan secara sangat jelas bahwa Yesus pergi ke daerah Betsaida. Selain Injil Lukas, Injil Yohanes juga memiliki perbedaan dengan Injil Matius dan Markus. Selain hanya menceritakan satu peristiwa saja mengenai mujizat penggandaan roti yang dilakukan oleh Yesus, masih ada juga perbedaan lainnya. Misalnya, dalam Injil ini, dijelaskan bahwa Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Mengenai roti, dijelaskan bahwa murid-murid tidak memiliki roti sama sekali. Roti dan ikan hanya diambil dari seorang anak kecil. Tidak sama dengan Injil yang lainnya, Injil Yohanes pada bagian akhir dari perikop ini menjelaskan apa alasan Yesus dan murid-murid-Nya menyingkir dari orang banyak setelah mereka makan dengan kenyang, yaitu untuk menjadikan-Nya raja. Dalam Injil Yohanes juga, dikatakan bahwa Yesus adalah Roti Hidup. Yesus melambangkan diri-Nya sebagai roti yang hidup. Barang siapa yang datang kepada-Nya, ia tidak akan lapar lagi. Yesus menyebutnya sebagai Roti Hidup untuk memenuhi permintaan dari orang-orang yang mengikuti-Nya, yang meminta tanda dari-Nya. Setelah kita membanding-bandingkan mujizat tentang roti dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, sekarang hendaklah kita melihat mujizat tentang roti dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, roti disebut juga dengan istilah “manna”. Seperti halnya dengan roti, manna menjadi lambang Ekaristi, santapan rohani bagi Gereja, ialah Israel sejati yang sedang menempuh keluarannya di bumi ini. Dalam kitab Kel. 16:1-36, diceritakan tentang orang-orang Israel yang pada semulanya mulai merasa bahwa Tuhan sudah tidak memperhatikan mereka. Ketika mereka berada di padang gurun, mereka hampir mati kelaparan. Mereka mulai mengeluh kepada Tuhan. Akan tetapi, karena belas kasihan-Nya kepada mereka, maka Dia mendengarkan seruan mereka. Dia menurunkan roti dari surga, sehingga mereka dapat makan sampai kenyang. Peristiwa ini terjadi selama empat puluh tahun sampai mereka tiba di perbatasan tanah Kanaan.  Reaksi Dari Orang-Orang Yang Diberi Makan Dalam Injil Matius, kedua kisah perbanyak roti,  tidak dijelaskan bagaimana reaksi dari orang-orang yang mengikuti Yesus, setelah mereka diberi makan. Dalam Injil Markus, yang juga mempunyai dua kisah yang sama, tidak dijelaskan bagaimana reaksi dari orang-orang yang ikut makan. Hanya dikatakan bahwa setelah Yesus memberi mereka makan, Yesus menyuruh orang-orang itu pulang dan Ia bersama muri-murid-Nya bertolak ke daerah Dalmanuta. Dalam Injil Lukas, tidak juga menjelaskan kepada kita apa reaksi dari orang-orang yang ada di sekitar. Akan tetapi, Injil Yohanes menjelaskan kepada kita reaksi orang-orang tersebut. Injil Yohanes mengatakan, bahwa setelah mereka diberi makan mereka mengakui bahwa Yesus adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia. Untuk itu mereka berniat untuk membawa Yesus dengan paksa untuk menjadikan-Nya raja. Akan tetapi, Yesus mengetahui maksud mereka, Ia menyingkir ke gunung seorang diri. <strong></strong></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Mujizat yang dilakukan oleh Yesus dengan memperbanyak roti dianggap sangat penting dalam pewartaan rasuli purba. Bukan karena mujizat ini diberitakan oleh keempat Injil, namun karena mujizat ini agaknya telah dipelihara dalam tradisi lisan sebelum Injil ditulis. Alasannya jelas: mujizat ini merupakan suatu nubuat dengan tindakan yang menggambarkan Ekaristi. Di padang gurun Yesus menyediakan suatu perjamuan kemesiasan bagi umat-Nya. Dalam Injilnya, Matius menggunakan kata-kata yang sama untuk menunjukkan perbuatan Yesus seperti yang terjadi pada kisah Perjamuan Terakhir, yaitu mengucapkan berkat, memecah-mecahkan, dan memberikan. Dalam kisah ini juga dikatakan bahwa hanya remah-remah roti yang dikumpulkan setelah peristiwa itu. Kisah ini juga melambangkan fungsi liturgi atau imamat rasul dalam Gereja. Merekalah yang melayani orang banyak dan mengumpulkan apa yang tersisa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zeptiano.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zeptiano.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=9&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zeptiano.wordpress.com/2010/05/14/mujizat-perbanyakan-roti-mat-1413-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61ceb0d37cfd378d3df44b36a27efbab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zeptiano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARTIN LUTHER</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com/2009/09/08/martin-luther/</link>
		<comments>http://zeptiano.wordpress.com/2009/09/08/martin-luther/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zeptiano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zeptiano.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[MARTIN LUTHER Sang Reformator   Martin Luther bukan merupakan satu-satunya orang yang ingin mengadakan Reformasi atau Pembaharuan. Sebelum dan sesudahnya masih ada banyak orang yang ingin melakukan Reformasi, seperti Yohanes Calvin, yang memelopori Gereja Kalvinis, Raja Henry VII, yang memelopori Gereja Anglikan, dan sebagainya. Martin Luther semula adalah seorang imam dalam suatu biara, tetapi karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=3&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MARTIN LUTHER</strong></p>
<p align="center"><strong>Sang Reformator</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Martin Luther bukan merupakan satu-satunya orang yang ingin mengadakan Reformasi atau Pembaharuan. Sebelum dan sesudahnya masih ada banyak orang yang ingin melakukan Reformasi, seperti Yohanes Calvin, yang memelopori Gereja Kalvinis, Raja Henry VII, yang memelopori Gereja Anglikan, dan sebagainya. Martin Luther semula adalah seorang imam dalam suatu biara, tetapi karena adanya banyak ketimpangan yang dilakukan oleh Gereja, maka ia mengadakan Reformasi. Akibat dari semua itu, Gereja terpecah belah dan orang yang menganut ajaran Luther ini disebut “Lutheran atau Protestan”</p>
<p> </p>
<p><strong>Gereja Sebelum Sang Reformator</strong></p>
<p>                  Keadaan Gereja pada abad XVI sangat menyedihkan. Gereja terlibat dalam banyak urusan duniawi. Paus sangat berkuasa, baik dalam urusan Gereja maupun kenegaraan. Korupsi dan komersialisasi jabatan Gereja sudah menjadi hal biasa.</p>
<p>Banyak pejabat Gereja melalaikan tugas rohani mereka, banyak imam menjadi tidak terdidik, mempunyai istri-istri gelap dan tinggal bersama mereka, tidak mampu berkhotbah, dan bahkan tidak mampu mengajar umat. Agama sering dipandang hanya sebagai rutinitas sehari-hari.</p>
<p>Dalam situasi yang seperti itu, banyak orang yang mau melakukan pembaharuan, tetapi tidak dihiraukan dan ditanggapi oleh Gereja. Maka kemudian tampillah Martin Luther, Sang Reformator.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kelahiran dan Masa Muda</strong></p>
<p>Martin Luther lahir pada tanggal 11 November 1483, di sebuah kota tambang Eisleben, Saksen, German. Ia merupakan putra kedua dari pasangan suami istri, Hans Luther dan Margareth Lindemann.</p>
<p>Hans Luther bekerja sebagai pekerja tambang di Eisleben, Saksen. Kemudian mereka pindah ke Mansfeld. Di sana Hans Luther diangkat menjadi anggota Dewan Kota. Karena jabatan yang diembannya itu, maka ia memaksa Martin untuk bersekolah dan mengambil jurusan hukum. Akan tetapi, hanya beberapa bulan saja ia bersekolah, ia berhenti dan mengasingkan diri ke sebuah biara. Hal itu dikarenakan bahwa ia telah berjanji kepada Tuhan untuk menjadi seorang biarawan. Ayahnya sangat marah dan kecewa. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu sudah menjadi keputusan anaknya.</p>
<p> </p>
<p><strong>Biarawan, Mahasiswa dan Dosen</strong></p>
<p>      Martin Luther adalah seorang yang sukar dipahami dan dimengerti. Pada suatu saat ia lincah, periang, menyukai nyanyian dan pergaulan, tetapi pada saat yang lain ia keras kepala, pemenung, takut akan murka Tuhan, dan bahkan suka menghukum diri sendiri. Semua itu dilakukannya hanya untuk mencari kedamaian hati dan mencari jawaban atas pertanyaa: “Bagaimana saya memperoleh Tuhan yang rahim?”. Luther melihat bahwa jalan yang nyata untuk memperoleh itu adalah dengan masuk salah satu serikat rohaniwan. Dan pada umur 22 tahun, ia masuk biara ordo Santo Agustinus di Erfurt.</p>
<p>Martin Luther menjalani panggilannya dengan melakukan berbagai bentuk tapa dengan berpuasa secara berlebih-lebihan dan berdoa selama berjam-jam sampai larut malam. Namun apa yang dicarinya masih belum ditemukan. Akhirnya ia ditahbiskan imam pada tahun 1507.</p>
<p>Melihat bakatnya, kepala biara memutuskan supaya ia mengajar sekaligus belajar di Universitas Wittenberg. Di sana ia sangat dihormati dan dipuji oleh para dosen dan mahasiswa karena pemikirannya yang sangat hebat. Dan pada tahun 1513, ia diangkat menjadi maha guru exegese di Wittenberg. Meskipun hal itu telah dicapainya, tetap saja ia masih gelisah dan belum mendapatkan apa yang dicarinya selama ini.</p>
<p>Akhirnya pada suatu hari ketika ia berada di atas sebuah menara, seolah-olah ia mendapat jawaban atas pertanyaannya, yaitu: Tuhan yang membenarkan manusia bukan karena perbuatannya, melainkan karena pembenaran yang diperoleh Kristus dengan wafat-Nya (<em>Sola Gratia</em>). Dengan usaha manusia itu sendiri, ia tidak pernah menjadi baik, suci atau benar. Tetapi dosanya tidak diperhitungkan lagi karena jasa-jasa Kristus. Manusia tidak menjadi orang benar dan baik, tetapi dianggap Allah sebagai benar.</p>
<p>Luther juga menemukan penegasan pandangannya mengenai pembenaran dengan menafsirkan Rom 1:17. Maka, hati Luther menjadi tenang dan merasakan sapaan Allah langsung kepadanya secara pribadi. Pembenaran ilahi ini harus diimani (<em>Sola Fide</em>).</p>
<p> </p>
<p><strong>“Salam Roma Yang Suci”</strong></p>
<p>Setelah kurang lebih 2 tahun mengajar dan belajar, maka ia ditugasi untuk pergi ke Roma menyertai seorang rahib senior dalam suatu tugas diplomatik bagi Ordo St. Agustinus. Mereka meninggalkan Wittenberg pada bulan November 1510, pada ulang tahun Martin Luther yang ke 27.</p>
<p>Setelah perjalanan yang begitu panjang, akhirnya mereka tiba di Roma. Martin berlutut dan berdoa, “Salam Roma yang Suci!”. Ia begitu terkesan melihat karya-karya kesenian Renaissance. Tapi tujuan ia pergi ke Roma bukanlah itu, ia harus melakukan urusan biara dan juga sebagai seorang peziarah.</p>
<p>Di antara kebanggaannya mengenai kesenian Renaissance, ada juga hal yang membuatnya kecewa, yakni istana-istana para kardinal yang mewah. Meskipun demikian ia masih percaya akan kekuasaan Gereja.</p>
<p>Satu bulan pun berlalu. Tugas mereka telah selesai, maka bersama rahib yang mendampinginya, ia kembali ke biaranya. Selama berada di Roma rahmatnya semakin bertambah dan dapat sedikit menenangkan jiwanya.</p>
<p> </p>
<p><strong>Ancaman Bagi Gereja</strong></p>
<p>Selama berada dalam biara, Martin mendengar issue-issue tentang Gereja, misalnya penyalahgunaan wewenang Gereja demi kepentingan politik, penjualan indulgensi, yang meniadakan hukuman akibat dosa, dan sebagai imbalannya harus memberikan sumbangan berupa uang kepada Gereja. Selain itu masih ada banyak ketimpangan yang dilakukan oleh Gereja, misalnya stipendia untuk misa arwah, sumbangan untuk membangan Gereja bersama dengan patung-patung yang menghiasinya, pajak untuk Roma, ziarah dan puasa, relikwi dan kaul-kaul, dan lain-lain.</p>
<p>Melihat hal tersebut, maka Martin Luther menyusun 95 dalil, yang isinya menentang wewenang dan kekuasaan paus.</p>
<p>Kemudian pada tahun 1520 terbitlah beberapa karangan Luther yang menguraikan pokok pandangannya:</p>
<ul>
<li><strong>De Captivitate Babylonica Ecclesiae, </strong>mengenai pembuangan Gereja di Babilonia.</li>
<li><strong>An den Christlichen Adel</strong>, kepada kaum bangsawan Kristen.</li>
<li><strong>Von der Freiheit des Christenmenschen</strong>, tentang kebebasan orang Kristen.</li>
</ul>
<p>Melihat karangan-karangan Luther ini, paus mengeluarkan <em>Exsurge Domine</em> yang mengutuk 41 dalil Luther dan mengumumkan pengucilannya.</p>
<p>Karena adanya <em>Exsurge Domine</em> yang dikeluarkan oleh paus, maka ia disembunyikan di puri Wartburg selama satu tahun.</p>
<p> </p>
<p><strong>Akibat Reformasi</strong></p>
<p>Selama berada dalam persembunyian, ia mendengar tentang adanya perpecahan dalam Gereja. Banyak Gereja dibakar dan dibongkar, imam-imam dibunuh dan diasingkan, banyak perempuan-perempuan Kristen Katolik diperkosa, dibunuh, dan lain-lain.</p>
<p>Luther semula tidak menginginkan perpecahan. Ia hanya ingin memelopori perubahan. Tetapi ia malah terseret oleh umat yang sangat mendambakan perubahan besar.</p>
<p>Pendukung-pendukung Luther terdiri atas kelompok-kelompok orang yang memiliki alasan yang berbeda-beda, misalnya para bangsawan yang mengingini milik biara, warga yang mendambakan kebebasan berpikir, para petani yang ingin lepas dari kerja rodi dan pajak, dan lain-lain. Maka, Martin Luther tampil sebagai pahlawan kebebasan bagi mereka.</p>
<p>Paus sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Perubahan besar telah terjadi di mana-mana. Dan akhirnya Gereja terpecah belah. Orang yang menganut ajaran Luther disebut Luteranisme atau Protestan.</p>
<p>Pada tahun 1524, Luther melepaskan imamatnya dan menikah dengan Katarina Von Bora, seorang wanita bekas biarawati. Kemudian ia menyusun cara-cara ibadat baru dan menulis lagu-lagu Gerejani.</p>
<p>Luther meninggal pada tanggal 18 Februari 1546, ketika dalam perjalanan menuju Eisleben, tempat kelahirannya.</p>
<p> </p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Daftar Pustaka:</em></strong></p>
<p>ü            Edith Simon, <em>Zaman Reformasi, </em>(Tira Pustaka: Jakarta)</p>
<p>ü            Ensiklopedi Geraja</p>
<p>ü            Komisi Kateketik KWI, <em>Pendidikan Agama Katolik 3A, </em>(Kanisius: Yogyakarta, 2004)</p>
<p> </p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zeptiano.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zeptiano.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=3&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zeptiano.wordpress.com/2009/09/08/martin-luther/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61ceb0d37cfd378d3df44b36a27efbab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zeptiano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://zeptiano.wordpress.com/2009/08/09/hello-world/</link>
		<comments>http://zeptiano.wordpress.com/2009/08/09/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 05:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zeptiano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=1&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zeptiano.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zeptiano.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zeptiano.wordpress.com&amp;blog=8931248&amp;post=1&amp;subd=zeptiano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zeptiano.wordpress.com/2009/08/09/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61ceb0d37cfd378d3df44b36a27efbab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zeptiano</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
